![]() |
Massa
di India demo memprotes serangan terhadap umat Islam atas tuduhan memakan
daging sapi di New Delhi, pada Rabu (28/6/2017). Foto/REUTERS/Cathal McNaughton
|
RADAR
SUMATERA.COM ~ NEBRASKA - Gelombang protes serangan terhadap umat Islam yang
dituduh membunuh maupun memakan daging sapi terjadi di India. Protes membela
warga Muslim
ini juga diikuti warga Hindu yang menolak kekerasan.
Gelombang demonstrasi yang diikuti ribuan warga ini terjadi di sepuluh kota di India, pada hari Rabu kemarin.
Para demonstran membentangkan spanduk “Not in My Name” (bukan atas nama saya) dan “Stop Cow Terrorism” (hentikan terorisme sapi).
Para intelektual dan aktivis bergabung dengan keluarga korban kekerasan dalam aksi di Mumbai, Kolkata, Delhi dan sejumlah kota lain.
Bagi warga Hindu di India, sapi merupakan hewan yang disucikan. Namun, kelompok Hindu moderat menolak kekerasan atas nama membela hewan yang disucikan tersebut.
Para kritikus di India menuduh pelaku kekerasan terhadap umat Islam adalah kelompok sayap kanan Hindu, yang beberapa di antaranya terkait dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Modi membantah tuduhan tersebut dan secara terbuka mengkritik apa yang disebut sebagai “warga sapi”.
Pada Jumat lalu, sekitar 20 pria menyerang empat warga Muslim di sebuah kereta di pinggiran New Delhi. Dua remaja di antaranya ditusuk dan dua orang lainnya terluka akibat serangan.
”Saya merasa takut, saya bahkan tidak tahu apakah saya bisa sampai di rumah dengan selamat,” keluh Bashruddin Khandawali, sepupu dari Junaid Khan, 24, yang terbunuh di kereta, dalam wawancaranya dengan Reuters.
Di Mumbai, para pemrotes menahan diri untuk tidak meneriakkan slogan-slogan provokatif.
”Saya seorang Hindu, saya menganggap sapi itu sebagai ibu saya, tapi membunuh orang tidak benar,” kata Narendra Bhandari, seorang pengusaha berusia 20-an tahun, yang ambil bagian dalam demonstrasi. Dia menyampaikan komentarnya kepada kepada Scroll.in.
Di Kolkata, penyanyi dan komposer musik Anjan Dutta, juga ikut demo. ”Saya takut dengan situasi di negara saya sekarang Kita perlu berbicara melawan monstrositas ini. India adalah tempat untuk semua orang,” kata Dutta.
Gelombang protes tersebut terjadi setelah remaja lelaki berusia 16 tahun tewas ditikam pada pekan lalu di kereta api setelah dituduh memiliki daging sapi.(SS)
Gelombang demonstrasi yang diikuti ribuan warga ini terjadi di sepuluh kota di India, pada hari Rabu kemarin.
Para demonstran membentangkan spanduk “Not in My Name” (bukan atas nama saya) dan “Stop Cow Terrorism” (hentikan terorisme sapi).
Para intelektual dan aktivis bergabung dengan keluarga korban kekerasan dalam aksi di Mumbai, Kolkata, Delhi dan sejumlah kota lain.
Bagi warga Hindu di India, sapi merupakan hewan yang disucikan. Namun, kelompok Hindu moderat menolak kekerasan atas nama membela hewan yang disucikan tersebut.
Para kritikus di India menuduh pelaku kekerasan terhadap umat Islam adalah kelompok sayap kanan Hindu, yang beberapa di antaranya terkait dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.
Modi membantah tuduhan tersebut dan secara terbuka mengkritik apa yang disebut sebagai “warga sapi”.
Pada Jumat lalu, sekitar 20 pria menyerang empat warga Muslim di sebuah kereta di pinggiran New Delhi. Dua remaja di antaranya ditusuk dan dua orang lainnya terluka akibat serangan.
”Saya merasa takut, saya bahkan tidak tahu apakah saya bisa sampai di rumah dengan selamat,” keluh Bashruddin Khandawali, sepupu dari Junaid Khan, 24, yang terbunuh di kereta, dalam wawancaranya dengan Reuters.
Di Mumbai, para pemrotes menahan diri untuk tidak meneriakkan slogan-slogan provokatif.
”Saya seorang Hindu, saya menganggap sapi itu sebagai ibu saya, tapi membunuh orang tidak benar,” kata Narendra Bhandari, seorang pengusaha berusia 20-an tahun, yang ambil bagian dalam demonstrasi. Dia menyampaikan komentarnya kepada kepada Scroll.in.
Di Kolkata, penyanyi dan komposer musik Anjan Dutta, juga ikut demo. ”Saya takut dengan situasi di negara saya sekarang Kita perlu berbicara melawan monstrositas ini. India adalah tempat untuk semua orang,” kata Dutta.
Gelombang protes tersebut terjadi setelah remaja lelaki berusia 16 tahun tewas ditikam pada pekan lalu di kereta api setelah dituduh memiliki daging sapi.(SS)

Komentar
Posting Komentar