Radarsumatera I Medan: Tiga gigi depan Dharma Syahputra Sitompul rontok. Perban berwarna putih menempel menutupi tujuh jahitan luka di keningnya.Lengan kanan, kiri serta kedua kakinya dipenuhi luka.
Kucuran darah dari wajah Dharma masih tampak membekas dan mengotori kaus berwarna kuning yang dikenakannya.
Dharma merupakan pengendara sepeda motor yang jatuh setelah melintasi sejumlah lubang di badan Jalan Gagak Hitam, Medan, Rabu malam (8/11/2017) sekitar pukul 21:30 WIB.
Dharma merupakan lelaki berusia 52 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi angkutan online. Nasib sial menimpa warga Jalan Brigjen Katamso, Medan, ini saat sedang bertugas mengantar pesanan konsumen.
Saat itu, lalu lintas sedang sepi dari kendaraan. Dharma pun memacu kendaraannya."Saya tidak lihat ada lubang karena gelap, tidak ada lampu jalan. Saya sudah coba menghindar saat melintasi lubang pertama. Tapi ternyata lubang-lubangnya banyak," katanya sembari meringis menahan perih.
Dharma kehilangan keseimbangan dan terhempas dari kendaraannya. Suara benturan membuat sejumlah warga di sekitar lokasi terkejut. Warga akhirnya berdatangan membantu Dharma.
Ternyata, Dharma bukan korban pertama. Dharma merupakan pengendara ketujuh yang mengalami kecelakaan tunggal akibat sejumlah lubang menganga yang ada di badan jalan ini. "Sudah tujuh orang jatuh di sini, bapak ini (Dharma) yang ketujuh," kata seorang warga berkacamata.
Menurut Rizky, seorang karyawan warung kopi yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, lubang-lubang itu sudah ada sejak tiga hari lalu.Kecelakaan pertama di lokasi ini terjadi pada Selasa (7/11/2017) Pukul 19.30 WIB. Dalam hitungan menit, tepatnya sekitar setengah jam, tiga korban menyusul. Ketiganya merupakan pengendara sepeda motor.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat. Mereka mengambil inisiatif dan langsung membuat penanda bagi pengendara agar berhati-hati melintasi ruas jalan yang telah menelan sejumlah korban ini.
Warga membentangkan sepanduk bekas berwarna putih yang ditopang kayu-kayu balok tepat beberapa meter sebelum keberadaan lubang.
Hal ini pun terbukti ampuh. Tak ada lagi pengendara yang jatuh, sebelum pihak dinas pekerjaan umum datang dna membongkar penanda lubang tersebut pada Rabu (8/11/2017) siang. Alasannya, pihak dinas pekerjaan umum menyebut keberadaan penanda lubang tersebut menyebabkan lalu lintas macet.
Tak lama dibongkar, dua pengendara secara berturut kembali jatuh di lokasi ini. Sebelum Dharma, seorang pengendara sepeda motor sudah lebih dulu mengalami nasib sial pada hari yang sama. Tepatnya pada petang hari.
"Itulah, tadi dibongkar katanya penanda lubang ini membuat macet. Tapi ya begini, jadi menelan korban lagi," kata Rizky.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, sekitar enam lubang ada di badan jalan. Lubang-lubang ini terbentuk bukan akibat genangan air. Melainkan karena proses pengerjaan tambal sulam aspal. Lubang-lubang ini berbentuk persegi dengan ukuran yang bervariasi. Mulai dari dua hingga empat meter.
"Sudah tiga hari seperti ini, dikeruk dan dibiarkan saja. Tidak langsung ditambal. Ini yang kita sesalkan. Akibatnya korban berjatuhan. Apalagi di lokasi ini gelap, tidak ada lampu penerangan," timpal seorang warga lainnya.(Tmc)
Kucuran darah dari wajah Dharma masih tampak membekas dan mengotori kaus berwarna kuning yang dikenakannya.
Dharma merupakan pengendara sepeda motor yang jatuh setelah melintasi sejumlah lubang di badan Jalan Gagak Hitam, Medan, Rabu malam (8/11/2017) sekitar pukul 21:30 WIB.
Dharma merupakan lelaki berusia 52 tahun yang berprofesi sebagai pengemudi angkutan online. Nasib sial menimpa warga Jalan Brigjen Katamso, Medan, ini saat sedang bertugas mengantar pesanan konsumen.
Saat itu, lalu lintas sedang sepi dari kendaraan. Dharma pun memacu kendaraannya."Saya tidak lihat ada lubang karena gelap, tidak ada lampu jalan. Saya sudah coba menghindar saat melintasi lubang pertama. Tapi ternyata lubang-lubangnya banyak," katanya sembari meringis menahan perih.
Dharma kehilangan keseimbangan dan terhempas dari kendaraannya. Suara benturan membuat sejumlah warga di sekitar lokasi terkejut. Warga akhirnya berdatangan membantu Dharma.
Ternyata, Dharma bukan korban pertama. Dharma merupakan pengendara ketujuh yang mengalami kecelakaan tunggal akibat sejumlah lubang menganga yang ada di badan jalan ini. "Sudah tujuh orang jatuh di sini, bapak ini (Dharma) yang ketujuh," kata seorang warga berkacamata.
Menurut Rizky, seorang karyawan warung kopi yang berada tak jauh dari lokasi kejadian, lubang-lubang itu sudah ada sejak tiga hari lalu.Kecelakaan pertama di lokasi ini terjadi pada Selasa (7/11/2017) Pukul 19.30 WIB. Dalam hitungan menit, tepatnya sekitar setengah jam, tiga korban menyusul. Ketiganya merupakan pengendara sepeda motor.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat. Mereka mengambil inisiatif dan langsung membuat penanda bagi pengendara agar berhati-hati melintasi ruas jalan yang telah menelan sejumlah korban ini.
Warga membentangkan sepanduk bekas berwarna putih yang ditopang kayu-kayu balok tepat beberapa meter sebelum keberadaan lubang.
Hal ini pun terbukti ampuh. Tak ada lagi pengendara yang jatuh, sebelum pihak dinas pekerjaan umum datang dna membongkar penanda lubang tersebut pada Rabu (8/11/2017) siang. Alasannya, pihak dinas pekerjaan umum menyebut keberadaan penanda lubang tersebut menyebabkan lalu lintas macet.
Tak lama dibongkar, dua pengendara secara berturut kembali jatuh di lokasi ini. Sebelum Dharma, seorang pengendara sepeda motor sudah lebih dulu mengalami nasib sial pada hari yang sama. Tepatnya pada petang hari.
"Itulah, tadi dibongkar katanya penanda lubang ini membuat macet. Tapi ya begini, jadi menelan korban lagi," kata Rizky.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, sekitar enam lubang ada di badan jalan. Lubang-lubang ini terbentuk bukan akibat genangan air. Melainkan karena proses pengerjaan tambal sulam aspal. Lubang-lubang ini berbentuk persegi dengan ukuran yang bervariasi. Mulai dari dua hingga empat meter.
"Sudah tiga hari seperti ini, dikeruk dan dibiarkan saja. Tidak langsung ditambal. Ini yang kita sesalkan. Akibatnya korban berjatuhan. Apalagi di lokasi ini gelap, tidak ada lampu penerangan," timpal seorang warga lainnya.(Tmc)



Komentar
Posting Komentar