![]() |
| Ikhsan, Ketua LSM Komunitas Hijau Indonesia (KHI) |
RADARSUMATERA.COM/BINJAI
Dengan turunnya status kota Binjai dari kota sedang menjadi kota kecil di bawah kepemimpinan Walikota Binjai H.M.Idaham, Ternyata menjadi
perhatian publik.
Kota Binjai yang sudah menjadi kota sedang selama beberapa tahun ini dan
bahkan menjadi kebanggaan Pemko Binjai dan masyarakat, ternyata tidak
bisa dipertahankan oleh
Walikota 2 periode tersebut.
Pasalnya mulai tahun ini, Binjai yang dibangga-banggakan dengan Smart City nya ternyata saat ini sudah tidak bisa lagi disebut kota sedang karena statusnya melorot menjadi kota kecil dengan penghasilan dibawah Rp 300 Miliar.
Pasalnya mulai tahun ini, Binjai yang dibangga-banggakan dengan Smart City nya ternyata saat ini sudah tidak bisa lagi disebut kota sedang karena statusnya melorot menjadi kota kecil dengan penghasilan dibawah Rp 300 Miliar.
Dari data yang didapat dari anggota DPRD Binjai, didapat klasifikasi
kemampuan keuangan daerah kota Binjai berdasarkan realisasi tahun 2015,
penerimaan Pendapatan Asli Daerah ((PAD) cuma Rp 78 Miliar lebih, dari
DBH (pajak) Rp 19,5 miliar lebih, bukan pajak Rp 2 miliar lebih, DBH
Propinsi Rp 44,786 miliar lebih, DAU Rp Rp 541.895 miliar lebih, belanja
pegawai berupa gaji dan tunjangan Rp 338.841 miliar lebih dan TPP Rp
116.952 miliar lebih, dan inilah kemampuan daerah sekitar Rp 230.
933,990.696,58 Miliar, sehingga kota Binjai
Otomatis turun status dari kota sedang melorot menjadi kota kecil.
Ini adalah bentuk kegagalan pemerintah kota Binjai dibawah kepemimpinan Walikota Binjai H.M Idaham, Selama ini Binjai selalu di Bangga banggakan dengan program Binjai Smart City nya Tapi hingga saat ini menurut saya program tersebut belum berarti dan bermanfaat bagi masyarakat kota Binjai,Pemko hanya jago koar koar di media saja Tapi kenyataannya hanya menghabis habiskan Anggaran Daerah saja,Jadi jangan heran Kalau PAD kota Binjai turun.
Hal ini diungkapkan oleh Ikhsan, Ketua LSM Komunitas Hijau Indonesia (KHI) kepada
wartawan beberapa waktu lalu.
" Walikota Binjai ini terlalu banyak pamer Binjai Smart City keluar kota, sementara minim pamer ke
masyarakat Binjai. Sehingga Program BSC Jelas belum maksimal, masyarakat belum merasakan manfaat dari BSC tersebut, Terkait kota Binjai menjadi kota Kecil ini memang sudah diprediksi sebelumnya karena program program pemko Binjai memang lebih banyak yang menghabiskan anggaran dari pada menambah anggaran"Ujarnya.
Lanjut Ikhsan, yang seharusnya menjadi Tambahan PAD Tapi Pemko Tutup mata, Contoh kecilnya saja masalah Ternak Babi Ilegal dan Industri Industri yang tidak memiliki Izin Lainnya yang banyak di Kota Binjai,Meski sudah dilaporkan tapi Tak di gubris,Terus program program yang dijalankan apakah tepat sasaran atau malah menghabis habiskan Anggaran,Jadi saya pribadi Tidak heran kalau PAD kota Binjai rendah dan Kota Binjai berubah Statusnya menjadi kota Kecil"Ungkapnya.
Ikhsan berharap kepada wakil wakil rakyat yang memiliki wewenang penuh untuk
mengevaluasi dan dibawa ke dalam sidang Dewan untuk membahas bagaimana Pemko Binjai bisa mengenjot PAD nya lebih besar
lagi,"Tutupnya (RS1)

Komentar
Posting Komentar