Ratusan Pelajar Desak Kepala sekolah Mundur Dari jabatannya.

Langkat,
Ratusan siswa SMU Negeri I Salapian berunjuk rasa mendesak Kepala Sekolah mundur dari jabatanya. Tuntutan tersebut diutarakan siswa saat melakukan unjuk rasa di halaman sekolah, Sabtu, (24/11).

Selain menuntut mundur dari jabatanya sebagai kepala sekolah, para siswa juga mengajukan tuntutan lain agar kepala sekolah menghentikan berbagai kutipan yang memberatkan siswa, mendukung kegiatan ekstrakulikuler serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah itu.

"Kami siswa sangat prihatin dengan tingginya berbagai kutipan yang harus kami bayar setiap bulan," sebut Pebri Alpian salah seorang perwakilan siswa pengunjuk rasa saat menyampaikan keluhanya dihadapan  Anggota DPRD Langkat Raja Kamsah Sitepu, Polsek Salapian dan sejumlah staf pengajar.

Pebri mengutarakan para siswa sejak pertama sekali diterima di sekolah itu telah dibebani biaya pembangunan gedung dan berbagai macam kutipan lainya hingga menamatkan belajar di sekolah itu siswa juga dibebani kutipan saat hendak mengambil surat tanda tamat belajar. "Kami bukan belajar di sekolah swasta tapi sekolah negeri yang tidak harus dibebani dengan berbagai kutipan yang memberatkan kami", sebutnya.

Selain mengeluhkan banyaknya kutipan yang dibebankan, para siswa juga mempertanyakan pertanggungjawaban penggunaan uang kutipan serta uang Osis yang tidak mereka ketahui penggunaanya. "Kami siswa juga mempertanyakan penggunaan uang yang dikutip pihak sekolah, karena hingga saat ini penggunaanya tidak transparan," imbuh Pebri.

Bahkan siswa juga mempertanyakan penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang hingga saat ini belum juga diperoleh sejumlah siswa penerima dana KIP dari pemerintah.

Kepala Sekolah SMA Negeri I Salapian Risma Uli Hutabarat saat dikonfirmasi membenarkan adanya aksi unjuk rasa siswa. Namun Risma menampik adanya kutipan yang dilakukan pihak sekolah pada siswa. "Sekolah tidak ada melakukan pengutipan pada siswa," tegas Risma.kutipan yang ditudingkan pada sekolah dikatakanya salah alamat. Sebab kutipan pembangunan gedung dan sarana sekolah yang dibebankan pada siswa merupakan hasil musyawarah orang tua siswa dengan komite sekolah dan pihak sekolah tidak memiliki andil dalam menentukan besaran jumlah bantuan siswa untuk pembangunan sekolah.

Demikian juga, lanjutnya kutipan untuk perayaan hari besar agama maupun peringatan hari guru diputuskan oleh siswa melalui rapat Osis sekolah, jelas Risma.

Sementara itu ketua Komite Sekolah SMA Negeri I Salapian Dapet Ginting saat dikonfirmasi membenarkan adanya bantuan sumbangan pembangunan sarana sekolah pada siswa yang fiputuskan melalui rapat seluruh orang tua siswa dan anggota komite sekolah.
"Win"

Komentar