Radarsumatera-Medan: Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH
berharap Musyawarah Daerah (MUSDA) Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia
(ITMI) Kota Medan 2018 diharapkan, mampu memberikan ruang bagi para
penyandang disabilitas untuk bekerja dan berkarya demi kepentingan bangsa dan
negara Indonesia.
Apalagi
menurut Wali Kota, sebagian besar kalangan masyarakat sebenarnya telah
terbangun kesadaran untuk tidak membeda-bedakan pekerjaan berdasarkan keadaan
fisik seseorang. Malah tidak sedikit penyandang difabilitas yang memiliki
kemampuan kerja yang sama, bahkan di atas rata-rata pekerja lain yang tidak
memiliki keterbatasan fisik.
Demikian
disampaikan Wali Kota diwakili Kabag Agama Setdako Medan Adlan SPd MM ketika
membuka acara MUSDA ITMI Kota Medan 2018 di Wisma Persaudaraan Haji
Indonesia (PHI) Jalan Gatot Subroto, Senin (17/12).
Pemberian
ruang bekerja dan bekarya bagi penyandang disabilitas, jelas Adlan,
diperkuat lagi dengan UU No.8/2016 tentang Penyandang Disabilitas merupakan
salah satu terobosan yang dilakukan oleh pemerintah dalam kesetaraan hak dan
kewajiban bagi para penyandang disabilitas. Sebab, kesetaraan merupakan hal
yang cukup sederhana untuk diucapkan namun sulit untuk diterapkan.
“Kesulitan
tersebut bukan karena tidak adanya good will dari pemerintah
ataupun badan usaha untuk menerapkannya, namun lebih kepada terjadinya
persaingan yang sangat ketat di segala bidang pekerjaan. Beberapa pekerjaan
atau profesi seperti tentara dan polisi bahkan mensyaratkan kondisi fisik yang
nyaris sempurna untuk dapat diterima bekerja dan berkarir di dalamnya,” kata
Adlan.
Lebih
lanjut Adlan menyampaikan, secara umum kondisi Sumatera Utara memang saat ini
masih minim dari fasilitas sarana dan prasarana yang bisa memudahkan para
penyandang disabilitas dalam mendukung gerak aktifitas harian mereka.
“Masih bisa dihitung dengan jari fasilitas seperti gedung perkantoran, gedung
sekolah, jalur pedestrian, bus dan sebagainya yang memiliki fasilitas khusus
bagi para penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Adlan juga
mengingatkan sebagian besar dari mereka masih harus dibantu untuk dapat
melaksanakan aktifitas harian mereka akibat ketiadaan fasilitas khusus untuk
penyandang disabilitas. Dikatakannya, banyak pekerjaan rumah dan perbaikan yang
harus dilakukan sehingga Sumut, terutama Kota Medan menjadi tempat yang
ramah bagi para penyandang disabilitas. “Tugas kita bersamalah untuk mendukung
dan mewujudkan kondisi ideal yang ramah bagi para penyandang disabilitas tersebut,”
pesannya.
Selanjutnya
Adlan menambahkan, kesadaran masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan semakin
tumbuh secara bertahap untuk memikirkan berbagai fasilitas khusus penyandang
disabilitas. Diingatkannya, semua harus menyadari bahwa para penyandang
disabilitas bukanlah orang yang mengharapkan untuk dikasihani, mereka hanya
butuh diberi kesempatan untuk dapat menunjukan kualitas dan kapasitas diri
mereka yang sebenarnya. (Sugandhi Siagian)

Komentar
Posting Komentar