Radarsumatera-Medan: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy
Rahmayadi meresmikan Sarana Air Bersih dan Sanitasi di Kelurahan Sicanang
Kecamatan Belawan dan Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Senin (28/1), yang
dipusatkan di Lingkungan III, Kelurahan Sicanang, Belawan, Kota Medan. Sarana
Air bersih dan sanitasi tersebut merupakan bantuan dari Komunitas Sumatera
Berdoa yang diketua JA Ferdinandus.
Peresmian tersebut ditandai
dengan penandatangan prasasti oleh Gubsu Edy Rahmayadi dan pengguntingan pita
yang didampingi oleh Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, dan Koordinator
Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) Anita.
Gubsu Edy pada kesempatan
itu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan dan menjaga sarana
air bersih dan sanitasi yang baru diresmikan tersebut. “Masyarakat sudah
diberikan sarana seperti ini, bukan hanya ucapan terima kasih yang kita
ucapkan. Mari sama-sama kita jaga ini. Karena kalau kita tidak bersama-sama
menjaganya tidak ada gunanya ini,” ujar Gubsu Edy.
Gubsu Edy juga mengapresiasi
Sumatera Berdoa atas kepeduliannya terhadap kepentingan masyarakat dan
merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat, khususnya lokasi yang sulit akan air
bersih. “Terima kasih kepada Om Ferdinandus, saya salut, seumur beliau masih
memikirkan tentang ini. Tidak lain tidak bukan karena cinta yang datang dari
Tuhan,” ucap Gubsu, seraya mengatakan dengan diundangnya meresmikan sarana
sanitasi tersebut dirinya melihat keadaan masyarakat Sumut yang masih banyak
memerlukan perhatian dan bantuan dari Pemprovsu.
Menanggapi keluhan
masyarakat tentang Jembatan Titi Dua di Kelurahan Sicanang yang ambruk, Gubsu
mengatakan bahwa Pemprovsu akan datang dan segera mencari solusi. “Nanti kita
lihat, ada apa itu kenapa bisa ambruk,” sebut Gubsu.
Sementara itu, Ketua Sumatera
Berdoa JA Ferdinandus mengatakan bahwa Sumatera Berdoa adalah kumpulan dari
gereja-gereja. Selain berdoa, keberadaanya juga haru bermanfaat bagi
masyarakat, sesuai visi dari Sumatera Berdoa.
Salah satu usahanya adalah
membuat sumut bor yaitu sarana air bersih dan sanitasi, karena di daerah
Kelurahan Sicanang dan Mabar yang dekat dengan laut ini airnya sangat keruh.
“Kenapa air, karena manusia hidup membutuhkan air. Oleh karenanya Sumatera
Berdoa merasa terpanggil untuk ini,” ujar Ferdinandus.
Kepada masyarakat,
Ferdinandus berpesan agar tetap menjaga sarana yang telah dibangun tersebut.
“Masyarakat harus menjaga dan merasa memiliki sarana ini. Sehingga dapat
dimafaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,” kata Ferdinandus.
Ferdinandus juga mengapresiasi
Gubsu Edy Rahmayadi karena kesediaanya hadir untuk meresmikan sarana tersebut
di lokasi yang masih terlihat kumuh. Dia menceritakan bahwa dirinya ketika
ingin mengundang Gubsu Edy merasa khawatir jika Gubsu tidak akan hadir melihat
kondisi lokasi yang akan didatangi.
“Namun kenyataannya Pak
Gubernur ketika diundang menyatakan bersedia hadir. Ini merupakan kehormatan
bagi saya. Bapak Gubernur Edy hadir di sini. Masyarakat harus terus mendoakan
pemimpin kita yang perduli kepada masyarakatnya, masyarakat Sumatera Utara,”
ucap Gubsu.
Mewakili tokoh masayarakat
Sicanang Edison Silalahi mengucapkan terima kasih kepada Sumatera Berdoa dan
Gubernur Sumatera Utara atas dibangunnya sarana air bersih dan Sanitasi di
daerahnya. Kepada Gubsu Edison berharap agar Pemprovsu dapat membantu membangun
Jembatan Titi Dua yang telah dua kali ambruk. “Terima kasih kepada Sumatera
Berdoa atas sarana yang telah dibangun. Pak Gubsu kami memohon agar membantu
kami untuk kembali membangun jembatan Titi Dua yang dua kali ambruk,” pinta
Edison.(SS)
Komentar
Posting Komentar