![]() |
| Ketua DPD Pemuda Marga Silima (PMS) Kota Binjai Jujurenna Tarigan ST |
Pengerjaan proyek underpass di Kota Medan,
tepatnya persimpangan Jalan Brigjen Katamso-Jalan AH Nasution, yang
dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada
2016, mulai rampung dikerjakan. Terlihat sebagian jalan sudah mulai
dilalui kendaraan bermotor.
Underpass Titi Kuning tersebut
juga sangat unik. Di setiap dindingnya dihiasi dengan motif dan etnis
kebudayaan yang ada di Sumatera Utara (Sumut).
Ketua DPD Pemuda Marga Silima (PMS) Kota Binjai Jujurenna Tarigan ST berharap dengan beroperasinya underpass tersebut mampu mengurai kemacetan yang terjadi di simpang Titi Kuning serta dapat menjadi ciri khas kota .
“Kehadiran infrastruktur jembatan underpass di samping
memperlancar arus lalu lintas juga perlu dibuat indah dengan memasukan
elemen budaya lokal sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat dan
menambah estetika kota,”ujarnya, Kamis (31/1/2019).
Salah satunya dengan memasang "Salam mejuah-juah" di underpass titi kuning tersebut, karena mejuah-juah adalah salam khas suku karo yang ada dikota medan ini sebagai tanda penghormatan atau pemberian berkah kepada orang lain.
Bahkan, masyarakat Karo menggagas mejuah-juah menjadi salam khas bagi masyarakat Kota Medan layaknya pengganti kata halo. Kata mejuah-juah juga memiliki arti tentang keseimbangan dan keselarasan hidup, baik antara manusia dan manusia, antara manusia dan lingkungan, maupun antara manusia dengan Tuhannya.
Bahkan, masyarakat Karo menggagas mejuah-juah menjadi salam khas bagi masyarakat Kota Medan layaknya pengganti kata halo. Kata mejuah-juah juga memiliki arti tentang keseimbangan dan keselarasan hidup, baik antara manusia dan manusia, antara manusia dan lingkungan, maupun antara manusia dengan Tuhannya.
"Saya dan masyarakat suku karo yang ada dikota medan pasti sangat mendukung dan menyambut baik jika pemerintah kota medan dapat meletakkan "Salam Mejuah-Juah" di underpass Titi kuning,Karena ini juga adalah wilayah-wilayah suku melayu dan karo jadi kami mendukung dipasangnya Salam "Mejuah-juah" di underpass ini sebagai tanda penghormatan atau pemberian berkah kepada orang lain yang melintas di jalan Titi Kuning ini" harapnya.(RS1)


Komentar
Posting Komentar