![]() |
| Rumah Sunarman yang akan direnovasi |
Rumah pasangan suami istri Sunarman dan Yusmaliah, warga Desa Sei Limbat,
Kecamatan Selasai, Kabupaten Langkat, akhirnya di renovasi, Kamis
(31/1/2019).
Direnovasinya rumah Dhuafa tersebut tidak lepas dari niat tulus Keluarga besar DPW FPI Kabupaten Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, yang sebelumnya sudah mengunjungi rumah berdinding tepas dan beratap daun rumbia ini.
Belum lagi kerusakan lainnya saat kita memasuki ruangan dalam rumah yang ditinggali Pasutri bersama 3 orang anaknya ini.
Mirisnya lagi, sang penghuni rumah dan juga Kepala Keluarga yang bernama Sunarman yang saat ini sudah berusia sekitar 50 tahun dan terbaring lemah di atas lantai yang hanya berlapiskan tanah, harus rela tinggal sendirian dari pagi hingga siang hari, karena sang Istri dan anaknya harus mencari berondolan sawit dan berjualan gorengan, agar dapat untuk menutupi kebutuhan sehari hari keluarga tersebut.
Ketua DPW FPI Langkat Ust Riza Azhari, saat dikonfirmasi di rumah Sunarman mengatakan, pembongkaran dan pembangunan rumah Sunarman, berkat do'a seluruh rekan dan warga dan yang pasti tidak terlepas dari campur tangan Allah SWT.
"Alhamdulillah, hari ini pembangunan rumah sang Dhuafa, yaitu Bapak Sunarman, hari ini pelaksaannya sudah kita mulai. Mohon do'a dari seluruh warga, khususnya masyarakat Langkat," pungkas Ust Riza Azhari.
Sebelumnya diberitakan, Keluarga besar DPW FPI Kabupaten Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, kembali menyambangi kediaman pasutri yang bernama Sunarman dan Yusmaliah, beralamat di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selasai, Kabupaten Langkat, Senin, (28/1).
Rasa haru tampak menyelimuti Pasutri ini, manakala rombongan itu tiba di beranda rumah yang terlihat rapuh dan berada diantara semak dan rimbunan pepohonan.
Sebab jika dilihat dengan seksama, rumah yang hanya beratapkan daun rumbia itu juga terlihat rusak parah. Bahkan dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu terlihat renggang dan keropos termakan usia.
Belum lagi kerusakan lainnya saat kita memasuki ruangan dalam rumah yang ditinggali Pasutri bersama 3 orang anaknya ini.
"Pak Sunarman ini mengalami kelumpuhan dan terbaring lemah karena penyakit yang dideritanya sejak empat tahun yang lalu. Dengan begitu, istrinya mengambil alih tanggung jawab suaminya untuk mencari nafkah dengan mencari berondolan sawit yang merupakan sisa hasil panen kebun dari milik warga," ucap Ketua DPW FPI Langkat Ust Riza Azhari, usai mengunjungi rumah tersebut, Senin (28/1).
"Berondolan sawit tersebut itulah yang di jual pada pengepul dengan harga yang tidak seberapa," sambungnya.
Tak ingin berdiam diri dan ikut merasakan kesusahan orangtuanya, salah seorang anak Sunarman yang bernama Tiara (24) turut membantu dengan berjualan gorengan di seputar wilayah Kecamatan Selesai.
"Itu pun ia lakukan hanya serabutan, bila ada uang maka ia berjualan gorengan kembali," ungkap Ust Riza.
Beruntung, berkat kepedulian DPW FPI Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila, FK-PPI Langkat dan juga kepedulian masyarakat, rumah Sunarman yang sudah terlihat reot akan segera dibangun dalam waktu dekat ini.
"Alhamdulillah, berkat ijin Allah, dalam waktu dekat ini, yaitu pada hari Kamis (31/1) insya Allah kami semua akan berusaha membantu melakukan pembongkaran dan membangun kembali rumah Pak Sunarman berserta keluarga," tutur Ust Riza Azhari.
Tidak sampai disitu, DPW FPI Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, juga berencana akan membantu pengobatan Sunarman yang mengalami kelumpuhan.
"Insya Allah kami juga akan membangun perekonomian mandiri keluarga tersebut. Kita juga tetap mengajak dan mengetuk hati para dermawan untuk bersama-sama berkenan dapat membantu serta andil dalam membantu Dhuafa ini," harap Ust Riza, sembari mengatakan bahwa saat ini kursi roda sudah diupayakan untuk Bapak Sunarman.
Untuk itu, lanjut Ust Riza, DPW FPI Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, mengajak setiap insan yang hati nuraninya terketuk dan terbuka untuk membantu saudara saudara kita kaum Dhuafa.(RS1)
Direnovasinya rumah Dhuafa tersebut tidak lepas dari niat tulus Keluarga besar DPW FPI Kabupaten Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, yang sebelumnya sudah mengunjungi rumah berdinding tepas dan beratap daun rumbia ini.
Belum lagi kerusakan lainnya saat kita memasuki ruangan dalam rumah yang ditinggali Pasutri bersama 3 orang anaknya ini.
Mirisnya lagi, sang penghuni rumah dan juga Kepala Keluarga yang bernama Sunarman yang saat ini sudah berusia sekitar 50 tahun dan terbaring lemah di atas lantai yang hanya berlapiskan tanah, harus rela tinggal sendirian dari pagi hingga siang hari, karena sang Istri dan anaknya harus mencari berondolan sawit dan berjualan gorengan, agar dapat untuk menutupi kebutuhan sehari hari keluarga tersebut.
Ketua DPW FPI Langkat Ust Riza Azhari, saat dikonfirmasi di rumah Sunarman mengatakan, pembongkaran dan pembangunan rumah Sunarman, berkat do'a seluruh rekan dan warga dan yang pasti tidak terlepas dari campur tangan Allah SWT.
"Alhamdulillah, hari ini pembangunan rumah sang Dhuafa, yaitu Bapak Sunarman, hari ini pelaksaannya sudah kita mulai. Mohon do'a dari seluruh warga, khususnya masyarakat Langkat," pungkas Ust Riza Azhari.
Sebelumnya diberitakan, Keluarga besar DPW FPI Kabupaten Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, kembali menyambangi kediaman pasutri yang bernama Sunarman dan Yusmaliah, beralamat di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selasai, Kabupaten Langkat, Senin, (28/1).
Rasa haru tampak menyelimuti Pasutri ini, manakala rombongan itu tiba di beranda rumah yang terlihat rapuh dan berada diantara semak dan rimbunan pepohonan.
Sebab jika dilihat dengan seksama, rumah yang hanya beratapkan daun rumbia itu juga terlihat rusak parah. Bahkan dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu terlihat renggang dan keropos termakan usia.
Belum lagi kerusakan lainnya saat kita memasuki ruangan dalam rumah yang ditinggali Pasutri bersama 3 orang anaknya ini.
"Pak Sunarman ini mengalami kelumpuhan dan terbaring lemah karena penyakit yang dideritanya sejak empat tahun yang lalu. Dengan begitu, istrinya mengambil alih tanggung jawab suaminya untuk mencari nafkah dengan mencari berondolan sawit yang merupakan sisa hasil panen kebun dari milik warga," ucap Ketua DPW FPI Langkat Ust Riza Azhari, usai mengunjungi rumah tersebut, Senin (28/1).
"Berondolan sawit tersebut itulah yang di jual pada pengepul dengan harga yang tidak seberapa," sambungnya.
Tak ingin berdiam diri dan ikut merasakan kesusahan orangtuanya, salah seorang anak Sunarman yang bernama Tiara (24) turut membantu dengan berjualan gorengan di seputar wilayah Kecamatan Selesai.
"Itu pun ia lakukan hanya serabutan, bila ada uang maka ia berjualan gorengan kembali," ungkap Ust Riza.
Beruntung, berkat kepedulian DPW FPI Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila, FK-PPI Langkat dan juga kepedulian masyarakat, rumah Sunarman yang sudah terlihat reot akan segera dibangun dalam waktu dekat ini.
"Alhamdulillah, berkat ijin Allah, dalam waktu dekat ini, yaitu pada hari Kamis (31/1) insya Allah kami semua akan berusaha membantu melakukan pembongkaran dan membangun kembali rumah Pak Sunarman berserta keluarga," tutur Ust Riza Azhari.
Tidak sampai disitu, DPW FPI Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, juga berencana akan membantu pengobatan Sunarman yang mengalami kelumpuhan.
"Insya Allah kami juga akan membangun perekonomian mandiri keluarga tersebut. Kita juga tetap mengajak dan mengetuk hati para dermawan untuk bersama-sama berkenan dapat membantu serta andil dalam membantu Dhuafa ini," harap Ust Riza, sembari mengatakan bahwa saat ini kursi roda sudah diupayakan untuk Bapak Sunarman.
Untuk itu, lanjut Ust Riza, DPW FPI Langkat beserta sayap juangnya, bersama Komunitas Sabila dan FK-PPI Langkat, mengajak setiap insan yang hati nuraninya terketuk dan terbuka untuk membantu saudara saudara kita kaum Dhuafa.(RS1)

Komentar
Posting Komentar