Warga Nambiki Bongkar Rumah Dengan Kesadaran Sendiri Di Lahan PTPN 2


Langkat,

Hingga saat ini proses pembersihan lahan di kebun PTPN 2 Berjalan, meski sebelumnya ada keributan antara petugas gabungan dengan warga, saat ini terlihat sebagian warga yang sudah meneerim tali asih dengan suka rela membongkar rumah mereka sendiri yang berdiri diatas lahan PTPN 2.

Lahan seluas 240 hektar milik PTPN 2 Perkebunan PT Langkat Nusantara Kepong atau L-N-K  hingga saat ini (23/1) terus di lakukan pembersihan.

Lahan yang sebelumnya di kuasai  warga, saat ini warga yang sudah menerima tali asih dari pihak perusahaan dengan suka rela memongkar rumah mereka sendiri.

Salah seorang warga martin pandia mengatakan” bahwa dia merupakan orang pertama yang mendirikan bangunan di atas lahan tersebut pada tahun 2000 yang lalu,meski sempat dihalangai oleh pihak ptpn namun dia tetap bersikeras menduduki lahan dan menggarapnya”.

“Namun karena saat ini pihak PTPN Perkebunan PT Langkat Nusantara Kepong akan menanam kembali di lahan tersebut, maka dia dan puluhan warga lainnya dengan suka rela menyerahkan kembali lahan tersebut kepada pemiliknya yaitu PTPN 2. Hal itu di karenakan kesadaran mereka  bahwa lahan yang mereka garap bukan hak milik mereka melainkan milik PTPN 2”. Tak hanya itu, Martin juga menghimbau Kepada warga yang belum menerima tali asih atas pembersihan lahan tersesbut untuk dapat segera keluar dari lahan karena memang mereka tidak memiliki alas hak atas lahan tersebut”. Tutur martin kepada media.

Lahan ini sebelumnya diduduki oleh 104 kepala keluarga sejak tahun 2000 yang lalu.

DI lokasi terlihat, Sebanyak 9 Unit alat berat melakukan pembersiahan lahan dengan menumbangkan tanaman kelapa sawit yang di tanam masyarakat dan antinya akan  di lakukan penanaman kelapa sawit kembali oleh pihak PTPN 2.

Sebelumnya, Proses pembersihan lahan ini sempat pada Senin (21/1) lalu di mana  kericuhan  terjadi antara warga yang menetap di lahan dengan puluhan petugas gabungan yang akan mengamankan pelaksanaan pemberisahan lahan.

Sementara itu, 10 orang warga yang diamankan petugas karena diduga sebagai provokator aksi sudah dibebaskan pihak kepolsian polres binjai setelah di lakukan pemeriksaan.

Pihak perkebunan juga masih menanti sepertiga warga lagi yang mau menyerahkan lahan dengan suka rela dan akan di berikan tali asih sepantasnya.(win).


Komentar