Langkat,
Polres Langkat, masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penganiayaan berat terhadap satu keluarga di Jalan Karya Bakti Lingkungan VI Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Selasa (21/1) pukul 20.00 WIB.
" Saat ini, tersangka Ra (20) warga Subussalam Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh, yang diduga melakukan penganiayaan, masih dalam pengejaran," ujar Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, kepada wartawan, usai apel mempringati HUT Satpam di halaman depan Mapolres Langkat, Rabu (22/1).
Dijelaskannya, bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan, yakni terhadap korban, dengan membawanya ke rumah sakit dan dalam pengawasan ketat pihak kepolisian.
Terhadap terduga pelaku sedang dalam proses lidik dan pengejaran, jika ada info lebih lanjut akan kita sampaikan. Sementara motif dugaan akibat dendam karena yang bersangkutan kerja bersama korban.
Sedang kondisi korban mengalami luka pada bagian lengan punggung, dada dan ada juga korban anak dibawah umur, dan kabar terakhir yang kami terima kondisi korban berangsur mulai membaik, ujarnya.
Informasi yang diperoleh, diduga akibat dendam. Seorang pria diketahui berinisial R, yang sehari-harinya bekerja membawa delman (kusir), tega membantai satu keluarga yang juga keluarga dari majikannya tempat dia bekerja di Lingkungan VI, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Selasa (21/2) malam.
Dalam insiden berdarah ini, Eliawaty (42), Aldona Veronika (26) serta Adinda Permata, bocah berusia 7 tahun mengalami sejumlah luka bacok dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Kejadian ini sempat menggemparkan warga sekitar dan tanpa dikomandoi, warga yang ingin menyaksikan langsung menyemut dilokasi kejadian perkara. Sementara petugas kepolisian Polres Langkat, terjun kelokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Korban Aldona Veronika, kepada petugas menceritakan kronologisnya, malam itu dia sedang makan malam bersama dengan anak pertamanya Yunda dan anak paling kecil Amanda sedang berada di ayunan.
Sedang anak kedua Dinda sedang mengambil air minum di dapur, secara tiba-tiba pelaku menyerang anaknya karena mendengar suara jeritan. Kemudian korban berlari ke arah dapur dan juga langsung di datangi tersangka.
Saat itulah, tersangka membacok ke arah kepala dan pinggang Aldona, melihat dirinya berdarah, korban melarikan diri ke arah pasar untuk meminta pertolongan. Sedang anak pertamanya Yunda selamat dari kejadian tersebut dengan cara masuk ke dalam kamar sambil bersembunyi.
Sementara itu, Eli (mertua korban) menceritakan bahwa dirinya saat itu sedang berada di kamar mandi dan mendengar jeritan cucunya dengan mengatakan sakit, dimana sepengetahuan mereka saat itu lagi makan malam di ruang tamu.
Saat Eli membuka pintu kamar mandi melihat, dia melihat pelaku sambil memegang parang sambil berlari untuk menebas dirinya. Kemudian Eli langsung menggendong cucu sambil menjerit meminta pertolongan, sedangkan posisi anaknya sudah terkapar di pasar umum sambil berteriak minta tolong.
Dua Hari Tidak Pulang
Tri Hari Wibowo, (29) suami korban Dona, kepada wartawan di rumah sakit, Rabu (22/1) mengakui tidak tau kenapa tersangka R tega menganiaya keluarganya.
" Saya kurang faham kenapa tersangka menganiaya keluarga saya, tapi sebelum kejadian, R sudah dua hari meninggalkan rumahnya atau lari malam, dan bahkan selama bekerja satu tahun lebih, dia juga tinggal dan makan di rumah kami," ujarnya seraya mengakui saat kejadian itu dia sedang lagi cari sewa di alun-alun Stabat.(Red)
Langkat,
Polres Langkat, masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penganiayaan berat terhadap satu keluarga di Jalan Karya Bakti Lingkungan VI Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Selasa (21/1) pukul 20.00 WIB.
" Saat ini, tersangka Ra (20) warga Subussalam Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh, yang diduga melakukan penganiayaan, masih dalam pengejaran," ujar Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, kepada wartawan, usai apel mempringati HUT Satpam di halaman depan Mapolres Langkat, Rabu (22/1).
Dijelaskannya, bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan penanganan, yakni terhadap korban, dengan membawanya ke rumah sakit dan dalam pengawasan ketat pihak kepolisian.
Terhadap terduga pelaku sedang dalam proses lidik dan pengejaran, jika ada info lebih lanjut akan kita sampaikan. Sementara motif dugaan akibat dendam karena yang bersangkutan kerja bersama korban.
Sedang kondisi korban mengalami luka pada bagian lengan punggung, dada dan ada juga korban anak dibawah umur, dan kabar terakhir yang kami terima kondisi korban berangsur mulai membaik, ujarnya.
Informasi yang diperoleh, diduga akibat dendam. Seorang pria diketahui berinisial R, yang sehari-harinya bekerja membawa delman (kusir), tega membantai satu keluarga yang juga keluarga dari majikannya tempat dia bekerja di Lingkungan VI, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Selasa (21/2) malam.
Dalam insiden berdarah ini, Eliawaty (42), Aldona Veronika (26) serta Adinda Permata, bocah berusia 7 tahun mengalami sejumlah luka bacok dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
Kejadian ini sempat menggemparkan warga sekitar dan tanpa dikomandoi, warga yang ingin menyaksikan langsung menyemut dilokasi kejadian perkara. Sementara petugas kepolisian Polres Langkat, terjun kelokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Korban Aldona Veronika, kepada petugas menceritakan kronologisnya, malam itu dia sedang makan malam bersama dengan anak pertamanya Yunda dan anak paling kecil Amanda sedang berada di ayunan.
Sedang anak kedua Dinda sedang mengambil air minum di dapur, secara tiba-tiba pelaku menyerang anaknya karena mendengar suara jeritan. Kemudian korban berlari ke arah dapur dan juga langsung di datangi tersangka.
Saat itulah, tersangka membacok ke arah kepala dan pinggang Aldona, melihat dirinya berdarah, korban melarikan diri ke arah pasar untuk meminta pertolongan. Sedang anak pertamanya Yunda selamat dari kejadian tersebut dengan cara masuk ke dalam kamar sambil bersembunyi.
Sementara itu, Eli (mertua korban) menceritakan bahwa dirinya saat itu sedang berada di kamar mandi dan mendengar jeritan cucunya dengan mengatakan sakit, dimana sepengetahuan mereka saat itu lagi makan malam di ruang tamu.
Saat Eli membuka pintu kamar mandi melihat, dia melihat pelaku sambil memegang parang sambil berlari untuk menebas dirinya. Kemudian Eli langsung menggendong cucu sambil menjerit meminta pertolongan, sedangkan posisi anaknya sudah terkapar di pasar umum sambil berteriak minta tolong.
Dua Hari Tidak Pulang
Tri Hari Wibowo, (29) suami korban Dona, kepada wartawan di rumah sakit, Rabu (22/1) mengakui tidak tau kenapa tersangka R tega menganiaya keluarganya.
" Saya kurang faham kenapa tersangka menganiaya keluarga saya, tapi sebelum kejadian, R sudah dua hari meninggalkan rumahnya atau lari malam, dan bahkan selama bekerja satu tahun lebih, dia juga tinggal dan makan di rumah kami," ujarnya seraya mengakui saat kejadian itu dia sedang lagi cari sewa di alun-alun Stabat.(Red)
Komentar
Posting Komentar