Binjai-
Rumah wartawan Surat Kabar Harian Metro 24, Syahzara Sopian alias Sopian (34) yang beralamat di Jalan Bantara IX no 116, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, ditembaki oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Kamis (27/8) dinihari, sekira Pukul 01.30 Wib.
Akibat dari perbuatan OTK tersebut, Jendela kaca sebelah kanan rumah wartawan yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai ini Pecah karena ditembaki dengan Pistol yang diduga jenis Airgun.
Sedangkan jendela kaca bagian kiri juga mengalami pecah yang diduga di pukul dengan menggunakan benda tumpul.
"Pada waktu kejadian, saya sendirian sedang berada ruang tamu. Lalu saya mendengar suara Sepeda Motor yang berhenti tepat didepan rumah saya," ujar Sopian.
Selanjutnya, beber Sopian, beberapa detik kemudian terdengar beberapa kali suara letusan senjata api yang dibarengi dengan pecahnya kaca jendela.
"Karena ada suara letusan senjata api, saya memilih untuk menahan pintu depan agar mereka tidak masuk," beber Sopian seraya mengatakan pada waktu kejadian, pintu rumah saya hanya ditutup, tapi tidak dikunci.
Usai menembaki jendela kaca bagian kanan, lanjut Sopian, Pelaku kembali memecahkan kaca jendela sebelah kiri yang diduga dengan menggunakan benda tumpul.
"Kejadian saya duga karena masalah pemberitaan yang saya tulis akhir akhir ini," ujar Sopian.
Sopian juga mengatakan, pasca kejadian, ia menemukan Peluru jenis mimis sebanyak 3 buah yang biasanya digunakan untuk senjata api jenis Airgun.
Sementara itu, tetangga korban yang akrab disapa Mak Gabe (60) mengaku melihat Pelaku saat beraksi.
"Mereka menaiki 3 Sepeda Motor. Tapi 2 Sepeda Motor menunggu di Persimpangan, sedangkan 1 Sepeda Motor langsung menuju kerumah Sopian," ungkap Mak Gabe.
Saat ditanya apakah dirinya mengetahui jumlah Pelaku, Wanita tua ini mengaku jika dirinya melihat 6 orang dengan mengendarai 3 Sepeda Motor.
"Saya lihat mereka berboncengan semua dengan mengendarai 3 Sepeda Motor. Jadi jumlahnya ada 6 orang. Tapi saya tidak mengenali orangnya," ucap Mak Gabe.
Terpisah,Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai Drs Nazelian Tanjung , mengutuk keras aksi teror berupa pengrusakan dan penembakan rumah wartawan Surat Kabar Harian Metro 24, Syahzara Sopian, yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan terjadi pada Kamis (27/8) dinihari, sekira Pukul 01.30 Wib, di Jalan Bantara IX no 116, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.
Ia juga membenarkan jika Syahzara Sopian merupakan anggota PWI Kota Binjai dan saat ini merupakan anggota Biasa.
"Kami mengutuk keras kejadian ini. Kami juga meminta Petugas Kepolisian dari Polres Binjai untuk segera menuntaskan kasus ini. Hal ini agar tidak terjadi lagi terhadap rekan rekan wartawan lainnya," tegasnya.
Sebagai Ketua PWI Binjai, Nazelian Tanjung juga mengatakan jika hal itu telah mencederai kemerdekaan Pers serta mengkhianati kehidupan berdemokrasi di tanah air.
"Jika hal itu terkait pemberitaan, maka itu merupakan salah satu bentuk pembungkaman terhadap Pers," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Nazelian Tanjung, jika teror berupa pengrusakan dan penembakan yang terjadi adalah masalah pemberitaan, semestinya masyarakat menempuh mekanisme hak jawab sesuai ketentuan UU Pers 40/1999.
"Bukan malah melakukan teror seperti itu," bebernya.
Pasca kejadian, Petugas Kepolisian dari Polsek Binjai Kota langsung bergerak menuju TKP. Korban juga melaporkan musibah yang menimpanya itu ke Polsek Binjai Kota. (Red)
Rumah wartawan Surat Kabar Harian Metro 24, Syahzara Sopian alias Sopian (34) yang beralamat di Jalan Bantara IX no 116, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, ditembaki oleh Orang Tak Dikenal (OTK), Kamis (27/8) dinihari, sekira Pukul 01.30 Wib.
Akibat dari perbuatan OTK tersebut, Jendela kaca sebelah kanan rumah wartawan yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai ini Pecah karena ditembaki dengan Pistol yang diduga jenis Airgun.
Sedangkan jendela kaca bagian kiri juga mengalami pecah yang diduga di pukul dengan menggunakan benda tumpul.
"Pada waktu kejadian, saya sendirian sedang berada ruang tamu. Lalu saya mendengar suara Sepeda Motor yang berhenti tepat didepan rumah saya," ujar Sopian.
Selanjutnya, beber Sopian, beberapa detik kemudian terdengar beberapa kali suara letusan senjata api yang dibarengi dengan pecahnya kaca jendela.
"Karena ada suara letusan senjata api, saya memilih untuk menahan pintu depan agar mereka tidak masuk," beber Sopian seraya mengatakan pada waktu kejadian, pintu rumah saya hanya ditutup, tapi tidak dikunci.
Usai menembaki jendela kaca bagian kanan, lanjut Sopian, Pelaku kembali memecahkan kaca jendela sebelah kiri yang diduga dengan menggunakan benda tumpul.
"Kejadian saya duga karena masalah pemberitaan yang saya tulis akhir akhir ini," ujar Sopian.
Sopian juga mengatakan, pasca kejadian, ia menemukan Peluru jenis mimis sebanyak 3 buah yang biasanya digunakan untuk senjata api jenis Airgun.
Sementara itu, tetangga korban yang akrab disapa Mak Gabe (60) mengaku melihat Pelaku saat beraksi.
"Mereka menaiki 3 Sepeda Motor. Tapi 2 Sepeda Motor menunggu di Persimpangan, sedangkan 1 Sepeda Motor langsung menuju kerumah Sopian," ungkap Mak Gabe.
Saat ditanya apakah dirinya mengetahui jumlah Pelaku, Wanita tua ini mengaku jika dirinya melihat 6 orang dengan mengendarai 3 Sepeda Motor.
"Saya lihat mereka berboncengan semua dengan mengendarai 3 Sepeda Motor. Jadi jumlahnya ada 6 orang. Tapi saya tidak mengenali orangnya," ucap Mak Gabe.
Terpisah,Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Binjai Drs Nazelian Tanjung , mengutuk keras aksi teror berupa pengrusakan dan penembakan rumah wartawan Surat Kabar Harian Metro 24, Syahzara Sopian, yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) dan terjadi pada Kamis (27/8) dinihari, sekira Pukul 01.30 Wib, di Jalan Bantara IX no 116, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota.
Ia juga membenarkan jika Syahzara Sopian merupakan anggota PWI Kota Binjai dan saat ini merupakan anggota Biasa.
"Kami mengutuk keras kejadian ini. Kami juga meminta Petugas Kepolisian dari Polres Binjai untuk segera menuntaskan kasus ini. Hal ini agar tidak terjadi lagi terhadap rekan rekan wartawan lainnya," tegasnya.
Sebagai Ketua PWI Binjai, Nazelian Tanjung juga mengatakan jika hal itu telah mencederai kemerdekaan Pers serta mengkhianati kehidupan berdemokrasi di tanah air.
"Jika hal itu terkait pemberitaan, maka itu merupakan salah satu bentuk pembungkaman terhadap Pers," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Nazelian Tanjung, jika teror berupa pengrusakan dan penembakan yang terjadi adalah masalah pemberitaan, semestinya masyarakat menempuh mekanisme hak jawab sesuai ketentuan UU Pers 40/1999.
"Bukan malah melakukan teror seperti itu," bebernya.
Pasca kejadian, Petugas Kepolisian dari Polsek Binjai Kota langsung bergerak menuju TKP. Korban juga melaporkan musibah yang menimpanya itu ke Polsek Binjai Kota. (Red)

Komentar
Posting Komentar