Radar
Sumatera-Medan: Ratusan
personil laskar Ormas Islam Sumatera Utara melakukan longmarch menyambut
Ramadhan 1439 Hijriah. Aksi ini juga digelar sebagai bentuk solidaritas umat
Islam Sumatera Utara menolak pemindahan dan penggusuran Masjid Amal Silaturahim
Kompleks Rusun Sukaramai Jalan Timah Putih Medan.
“Tahun
ini kita mengusung tema Laskar Kuat Umat Bangkit, Membangun Kejayaan Islam dari
Masjid. Mengingat pentingnya peran masjid dalam perkembangan peradaban
sementara di sisi lain keberadaan masjid masih terancam oleh pembangunan
pebisnis kapitalis” kata Ritonga yang juga Ketua Majelis Mujahidin Sumatera
Utara ini di Medan, Kamis (10/05/2018).
Masjid Raudhatul Islam dan Amal Silaturrahim dipilih, lanjut Nursyahrul Ritonga sebab kedua masjid tersebut menjadi simbol perjuangan umat Islam di tengah serangkaian upaya pemindahan dan penggusuran masjid di Sumatera Utara. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah penolakan yang dilakukan oleh gabungan dari ormas-ormas Islam yang ada di Medan- Sumatera Utara.
Longmarch
Tarhib Ramadhan ini digelar sejak pagi hingga siang dimulai dari Masjid
Raudhatul Islam di Jalan Adam Malik (Jalan Putri Hijau depan kantor Pertamina
Kelurahan Silalas Kec Medan Barat) menuju Masjid Amal Silaturrahim di Rusun
Sukaramai Jalan Timah Putih, Medan. Dengan jumlah massa peserta longmarch
sekitar 200 orang yang terdiri atas perwakilan laskar Ormas Islam di antaranya
Majelis Mujahidin Medan, Binjai, dan Langkat, Laskar Forum Umat Islam (FUI)
Sumatera Utara, Gerakan Islam Penyelamat NKRI, dan FKMTD.
Ahsanul
Fuadh Saragih pada kesempatan yang sama menegaskan agar kegiatan longmarch yang
diikuti oleh laskar Ormas Islam ini jangan sampai menjadi eforia. Melainkan
sangat diharapkan dapat menjadi wujud bentuk kebersatuan umat Islam di Sumatera
Utara khususnya dalam perjuangan mempertahankan keberadaan masjid.
“Kita
harus dapat menjadikan kegiatan hari ini sebagai kesempatan bersatunya umat
menuju kebangkitan Islam. Karenanya para peserta sangat diharapkan dapat tetap
istiqomah,” tegas Ahsanul Fuad yang juga biasa disapa Bang Ustad
ditengah-tengah peserta longmarch.
Gerakan
menegakkan kembali perkembangan peradaban dari masjid, lanjut Ahsanul Fuad juga
harus dapat dilakukan melalui mewajibkan diri untuk secara rutin melaksanakan
shalat fardhu berjamaah di masjid. Sebab sejumlah bukti menunjukkan masjid
dapat menjadi pemersatu umat di tengah perbedaan sudut pandang politik seperti
yang kini terjadi di tengah masyarakat Sumatera Utara. (Sugandhi Siagian)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar