Langkat,
Tradisi thiruvilla bagi umat hindu merupakan hal yang sangat sakral dilakukan pada bulan juli hingga agustus setiap tahunnya.
Dalam tradisi ini sejumlah pemuja rela mencucuk anggota bahagian tubuhnya dengan menggunakan besi hingga tembus dan berjoget bersama tanpa merasakan rasa sakit sedikitpun.
Minggu 29/7/2017, Ritual thiruvilla dilakukan umat hindu pemuja dewi diseluruh tanah air. Salah satunyanya adalah umat hindu yang melaksanakan ritual sembahyang di kuil shri mariaman yang berada di Desa Tanjung Jati kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumetara Utara.
Setiap tahunnya umat hindu di kuil india ini melaksanakan ritual thiruvilla ini dengan maksud untuk memperingati hari lahirnya sang dewi yang mereka puja.
Ritual sendiri diawali dengan sembahyang dan makan bersama.
Selanjutnya, ritual dilakukan diluar kuil yang berjarak sekitar satu kilometre dengan melakukan puja kepada sang dewi dan melakukan pengorbanan diri.
Pengorbanan diri ini dilakukan dengan bentuk yang berbeda, yaitu dengan cara mencucukkan besi ke bahagian anggota tubuh seperti mulut dan kulit.
Sejumlah remaja yang rela melakukan pengorbanan ini terlhat asik mengikuti irama musik, tanpa merasakan sedikitpun rasa sakit ditubuh mereka.
Tentu saja atraksi ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga sekitar yang terus memadati lokasi acara.
Usai dicucuk badan, seluruh pemuja juga melakukan longmarch hingga kekuil shri mariaman.
Menurut salah seorang pembina kuil shri mariaman. wije sharma mengatakan bahwa “ ritual ini dilakukan untuk memperingati hari lahirnya dewi yang dilaksanakan setiap tahunnya.
Di satu bulan ini para pemuja diwajibkan untuk melakukan puja dan berpuasa sesuai dengan kesanggupannya.
Di tamabhkannya lagi, untuk atraksi cucuk badan tersebut pembina kuil shri mariaman ini juga menegaskan bahwa itu sebagai bentuk pengorbanan yang dilakukan dewi kepada umatnya pada zaman dahulu yang diyakini warga india sebagai pengorbanan penebus dosa.
Para remaja yang rela melakukan ritual ini juga harus mengikuti tahapan puasa terlebih dahulu, hingga akhirnya tidak merasakan akibat sedikitpun saat besi sepanjang satu meter menembus anggota tubuh mereka.
Bukan hanya itu, sembahnyang kuil yang dilakukan diseluruh indonesia ini juga sebagai bentuk kemenangan karena pada zaman dahulu di india terjadi kemarau panjang dan menimbulkan penyakit/ dan sembahyang inilah yang bisa membersihkan semua bencana tersebut.
Pembina kuil shri mariaman juga berharap “ kiranya ada perhatian dari pemerintah agar ritual keagamaan yang menarik perhatian warga tersebut agar bisa memancing wisatawan dan bisa menjadi aset daerah.
" Erwin SPN"




Tidak ada komentar:
Posting Komentar