Radarsumatera-Medan:
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi terdampak bencana
banjir bandang, di Kecamatan Ulu Pungkut Mandailing Natal (Madina), yang
terjadi Jumat (12/10) lalu. Sebelum turun ke lokasi, shalat gaib pun
dilangsungkan di Masjid Agung Panyabungan, Senin (15/10).
Didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan sejumlah
Pimpinan OPD Pemprov Sumut, pejabat setempat serta perwakilan pemerintah pusat,
Gubernur Edy langsung turun melihat kondisi
di lokasi terdampak bencana. Dari
reruntuhan rumah dan sempadan sungai di Desa Huta Na Godang, terlihat sisa
banjir seperti beberapa kayu besar yang melintang di badan jalan, terus di
evakuasi. Petugas TNI/Polri dan Basarnas nampak menggunakan sejumlah peralatan
berat.
Setelah menyasar pemukiman penduduk, Gubernur berjalan ke tempat
lain, melihat kondisi perbukitan dan tebing curam yang menurutnya rawan
terjadinya longsor, jika intensitas curah hujan tinggi. Karena itu, ia juga
meminta pemerintah setempat memperhatikan semua aktivitas penggunaan lahan oleh
warga, agar tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk.
"Pertama ini wujud belasungkawa kita kepada rakyat kita.
Kedua, kita mencari solusinya. Ini musibah yang harus kita cari jalan keluarnya
sekarang. Jadi secepatnya kita kerjakan," ujar Gubernur Edy, yang ditemui
di sela peninjauannya di lokasi.
Sementara di tempat pengungsian, Gubernur Edy pun menegaskan
bahwa mendirikan bangunan di sempadan sungai merupakan tindakan yang salah dan
bahkan membahayakan nyawa. Apalagi, dalam aturan memang hal tersebut tidak
dibenarkan. Karena itu, pihaknya mendorong agar para korban yang kehilangan
tempat tinggal, bisa difasilitasi untuk relokasi ke lahan yang akan dicarikan
tempatnya.
"Setuju kan kalau bapak/ibu dipindahkan dari sana? tanya
Edy, disambut kata setuju para pengungsi yang berjumlah 75 KK di tenda
pengungsian.
Bersama para korban selamat dan warga di Kecamatan Ulu Pungkut,
Gubernur menyerahkan
bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk belasan anak
yang selamat dari musibah, berikut santunan untuk para orang tuanya. Setelah
itu, Edy pun memimpin seluruh warga yang hadir di pengungsian untuk memanjatkan
doa dan membaca AlFatihah untuk korban meninggal.
Namun untuk meninjau beberapa lokasi yang dianggap rawan, waktu
dan kondisi cuaca tidak memungkinkan, sehingga guna mengitari tempat lainnya
dan melanjutkan penelusuran, dilakukan hari berikutnya. Gubernur pun memutuskan
bermalam di rumah warga bersama rombongan.
Turut mendampingi Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kadis
Tanaman Pangan dan Hortikultura Azhar Harahap, Kadis Bina Marga dan Bina
Konstruksi Abdul Haris Lubis, Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Lukmanul
Hakim, Kadis Kesehatan Agustama, Kadis Pendidikan Arsyad
Lubis, Kadis Kehutanan
Harlen Purba, Kepala BWSS II Roy P Pardede, serta sejumlah pejabat lainnya.
Sementara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengapresiasi dan
berterimakasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi yang bersedia turun langsung
melihat kondisi masyarakat yang tertimpa bencana banjir bandang. Selain itu,
dirinya juga bersyukur atas rencana pembangunan sekolah (SMK) Perkebunan yang
akan dibangun di Kecamatan tersebut.(Sugandhi Siagian)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar