Radarsumatera-Medan: Setelah berbagai rumor terkait pembangunan
lahan bekas Pasar Aksara, Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana akan
membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lahan bekas terbakar tersebut.
Pernyataan
ini dilontarkan oleh Wali Kota Medan T
Dzulmi Eldi usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Medan, Selasa (6/11).
"(Dijadikan)
taman. Nanti kita rancang untuk RTH," ujar Eldin. Dikatakannya, rancangan
terkait RTH akan dimasukkan ke dalam RAPBD 2019.
Terkait dengan rencana Pemko Medan ini, maka pupus sudah
keinginan para pedagang eks pasar Aksara untuk memiliki lapak dagangannya lagi
di sana.
Padahal
saat mengunjungi Kota
Medan setahun yang lalu, Presiden Jokowi sempat berhenti
di Pasar Aksara untuk meninjau lokasi.
Dia
memerintahkan di dempat itu untuk dibangun kembali pasar untuk mengakomodasi
para pedagang untuk berjualan.
Pasca
terbakar pada 12 Juli 2016 lalu, hingga kini penggunaan lahan bekas Pasar Aksara belum
jelas.
Sebelumnya,
Pemko Medan merencanakan pembangunan Fly Over di lahan tersebut, karena itu
tidak bisa kembali membangun pasar.
Presiden Jokowi mendadak berhenti di Pasar Aksara Medan,
eks pedagang langsung mengerumuninya.
Sementara ratusan pedagang Pasar Aksara meminta agar
lahan tersebut kembali dibangun pasar.
Akibatnya, pedagang sempat membuka lapak dagang di badan
Jalan Aksara karena tidak memiliki lahan untuk berjualan.
Lapak-lapak tersebut kemudian digusur dan para pedagang
dipindahkan ke tempat penampungan sementara selagi Pasar Aksara yang
baru di Jalan Mesjid dibangun.
Dirut
PD Pasar Rusdi Sinuraya mengatakan, pedagang akan ditempatkan di Terminal
Aksara untuk sementara.
“Sementara ini pedagang ditampung di terminal Aksara itu
selagi menunggu selesainya Pasar Aksara di
depan Jalan Mesji," katanya.
Rusdi mengatakan semua pedagang nantinya akan ditampung di
pasar yang baru tersebut.
Saat ini, para pedagang dipindahkan ke tempat penampungan
sementara, yakni di Pasar Bengkok atau terminal Aksara. Sedangkan sebagian lagi
di beberapa pasar terdekat.
Jokowi Janji Bangun Pasar Aksara
Presiden
Joko Widodo mendadak berhenti di lokasi Pasar Aksara Medan
saat dalam perjalanan menuju Bandar Udara Kualanamu, Kabupaten Deli
Serdang, Sumatera Utara Jumat (17/11/2017), usai membuka Munas Ke-10 KAHMI.
Di
sana, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur
Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi meninjau langsung lokasi bekas Pasar Aksara,
yang terbakar 12 Juli 2016.
Sontak saja kehadiran
Presiden disambut antusias para warga yang ada di sekitar lokasi.
Bahkan sejumlah warga yang dulunya merupakan pedagang di Pasar Aksara turut
menyampaikan aspirasinya.
Presiden tampak mendengarkan aspirasi masyarakat sambil
menerima ajakan jabat tangan warga.
Setelah beberapa saat, Presiden beserta rombongan pun
kembali melanjutkan perjalanan menuju Bandar Udara Kualanamu, Kabupaten Deli
Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Tepat
pukul 18.45 WIB, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta
rombongan lepas landas menuju Jakarta.
Sebelumnya Jokowi
memberi sinyal pada Pemerintah Kota Medan untuk
membangun kembali Pasar Aksara yang sempat terbakar.
Perintah
langsung presiden itu disampaikan pada Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono
Anung usai melakukan kunjungan ke Siosar, Tanah Karo, Sumatera Utara.
"Saya
mendapat kabar ini dari Staf Kepresidenan, ibu Arini Jalal. Selepas melakukan
rapat di istana negara, ibu Arini memberi kabar pada kami jika Presiden sudah
memerintahkan Walikota untuk membangun lagu Pasar Aksara di
lokasi yang sama," kata Sekretaris Pedagang Pasar Aksara,
Saut Turnip, Rabu (25/10/2017).
Saut
mengatakan, kabar itu disampaikan Staf Presiden pada 19 Oktober kemarin. Ia
mengatakan, dirinya bersama pedagang Pasar Aksara menyambut
baik rencana tersebut.
"Kami
pun sudah sempat sampaikan masalah ini ke pak Presiden langsung berkat arahan
bang Sutrisno Pangaribuan (anggota Komisi C DPRD Sumut). Dan saat kunjungan ke
Siosar itu, permintaan kami langsung disahuti," katanya.
Untuk
memastikan janji Jokowi, Saut juga bertemu dengan Pramono Anung. Kata Pramono,
dirinya memang sudah dapat perintah dari Presiden.
"Dari
informasi yang kami terima itu, pemerintah akan mengkaji ulang legal standing
tanah Pasar Aksara itu. Setelah itu selesai, barulah pasar akan
dibangun kembali," katanya.
Sementara
itu, Sutrisno sendiri membenarkan informasi tersebut.
Ia
mengaku ikut mendorong pembangunan Pasar Aksara demi
kesejahteraan para pedagang. (TMC/Sugandhi Siagian)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar