Media Radar Sumatera

Tajam, Akurat dan Terpercaya

Full width home advertisement

Binjai


Post Page Advertisement [Top]

Reformasi sistem politik dan birokrasi akan terjadi di Kota Binjai kedepan.

Reformasi sistem politik dan birokrasi akan terjadi di Kota Binjai kedepan.


RADAR SUMATERA. Perhelatan pilkada 9 Desember 2020 sudah usai tinggal menunggu rekapitulasi dan keputusan resmi dari tingkat Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) hingga tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia secara umum begitu juga di Kota Binjai secara khusus.

Kota Binjai memiliki keunikan dan sejarah pada Perhelatan pilkada 2020 kali ini yaitu dengan salah satu kandidat yaitu istri Walikota Binjai H. Muhamad Idham ibu Hj. Lisa Andriani Lubis, artinya secara kekuatan politik bisa di katakan incumbet semu sebab walikota Binjai sebagai representatif ibu Lisa Andriani secara aspek politik, strategi dan ekonomi. 

Pilkada Kota Binjai menyajikan rivalitas politik yang cukup kencang yaitu dengan penantang H. Juliadi yang juga pernah menjadi penantang Walikota Binjai H. Muhammad idham yang merupakan incumbent pada pilkada 2015 silam dan hasil tersebut dimenangkan oleh H. Muhammad Idham. 

Hiruk pikuk serta dinamika politik terulang kembali dengan sajian rivalitas yang tidak kalah seru akan tetapi dengan hasil yang berbeda dengan 5 tahun silam, berdasarkan hasil hitung cepat partai Golkar Kota Binjai Juliadi-Amir unggul telak dengan angka 50,97 % dengan total suara 66.738 dan disusul oleh Hj.Lisa-Sapta dengan perolehan 33,80 % dengan total suara 44.252 dengan total TPS yang masuk sudah 474 dari 475 TPS dan beberapa media mainstream juga merilis kemenangan untuk Juliadi-Amir sebagai walikota Kota Binjai periode 2020-2024.

Kekuatan sistem politik dari Hj. Lisa Andriani Lubis yang sangat luar biasa pada Pilkada tahun ini merupakan ujian berat bagi Juliadi-Amir lantaran dugaan didukung Pemko Binjai mulai dari dugaan keterlibatan ASN, dugaan penggunaan anggaran pemerintah/program pemerintah untuk pemenangan Hj. Lisa Andriani dan instrumen lainnya ter integrasi sebagai kekuatan politik, strategi ini sangat serupa dengan diskursus realitas teori politik dengan pemikir Niccolo Machiavelli dalam buku nya yang berjudul Il Principe (Sang Pangeran) menguraikan tindakan yang bisa atau perlu dilakukan seorang seseorang untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan, teori ini di istilahkan dengan politik menghalalkan segala cara. 

Reformasi politik dan birokrasi akan terjadi pada periode selanjutnya di pemerintahan Kota Binjai sebab Juliadi-Amir memiliki instrumen tersendiri dan sangat cukup tersakiti dengan dilakukan nya cara-cara yang inkonstutusional terhadap dirinya, terutama reformasi khususnya di Bidang Birokrasi, ekonomi dan sosial pasti akan terjadi. 


Randi Permana (Aktivis HMI dan Komunitas Hijau). RANDI PERMANA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]