Pemko Binjai Ikuti Rakor Pemutakhiran Lahan Baku Sawah Parsial 2026 se-Sumatera - Media Radar Sumatera

Media Radar Sumatera

Tajam, Akurat dan Terpercaya

radar sumatera

Breaking

Home Top Ad

Komunitas Hijau Indonesia

Selasa, 24 Februari 2026

Pemko Binjai Ikuti Rakor Pemutakhiran Lahan Baku Sawah Parsial 2026 se-Sumatera


 



Binjai-

Mewakili Wali Kota Binjai, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Binjai, Joko Waskitono, S.Pd., M.M., bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Gelora Jaya Ananda, S.P., serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ardiansyah Tarigan, S.P., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemutakhiran Lahan Baku Sawah (LBS) Parsial Tahun 2026 di Pulau Sumatera Utara. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Penatagunaan Tanah tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Binjai Command Center (BCC), Selasa (24/02).

Rakor ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menginventarisasi serta memutakhirkan data lahan baku sawah. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan kebijakan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Direktur Penatagunaan Tanah Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Muhammad Tansri, menegaskan bahwa pengelolaan tata guna tanah mencakup aspek penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang diwujudkan melalui konsolidasi pemanfaatan tanah. Proses tersebut dilaksanakan melalui pengaturan kelembagaan yang terintegrasi dalam satu kesatuan sistem, demi kepentingan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Ia juga menjelaskan bahwa Lahan Baku Sawah (LBS) memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung program swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita kedua Presiden Prabowo Subianto.

“Perlu kita ketahui, pemutakhiran luas sawah merupakan upaya perbaikan data dari tahun sebelumnya, sehingga luasan yang dihasilkan tidak sepenuhnya menunjukkan penambahan atau pengurangan. Hal ini bergantung pada waktu pelaksanaan lapangan, metode yang digunakan, serta ketersediaan data pendukung, terutama data citra satelit resolusi tinggi,” ujar Muhammad Tansri.

Rakor ini turut diikuti jajaran Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Kepala Kantor ATR/BPN se-Sumatera. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam menyajikan data lahan sawah yang valid dan komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman