Binjai -
Walau digelar dengan penuh kesederhanaan karena tidak ada pesta Kembang Api serta pertunjukan Barongsai, namun perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 di Vihara Setia Buddha Binjai yang beralamat di Jalan Jend. Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Kota Binjai, Senin (16/2) malam, tetap menjadi magnet bagi masyarakat untuk melihatnya.
Digelarnya perayaan Tahun Baru Imlek 2577 secara sederhana tersebut menurut salah seorang pengurus Vihara Setia Buddha Binjai, Sugiarto, S.H., karena baru saja terjadi musibah banjir dan longsor di 3 Provinsi yang ada di Pulau Sumatera.
"Kita ketahui bahwa baru baru ini banyak saudara saudara kita yang tertimpa musibah, kehilangan harta benda, bahkan banyak yang meninggal dunia. Untuk itu, kami dari pengurus Vihara Setia Buddha Binjai, ikut berbela sungkawa dan prihatin atas kejadian yang menimpa saudara saudara kita," tutur Sugiarto saat dikonfirmasi awak media sebelum berlangsungnya ibadah (sembahyang).
Didampingi Ketua dan Sekretaris Vihara Setia Buddha Binjai, pria dengan ciri khas rambut berwarna putih ini juga mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2577 kepada seluruh umat yang merayakannya.
"Gong Xi Fa Cai. Semoga di perayaan Imlek mendatang kita semua tetap diberi kesehatan, kebahagiaan dan kemurahan rejeki," ucap Sugiarto seraya mengatakan Tahun Kuda Api dimaknainya dengan lebih gesit dan lebih kuat.
Sugiarto juga menjelaskan, walau digelar secara sederhana, namun pengurus Vihara Setia Buddha yang merupakan salah satu Vihara tertua dan terbesar di Kota Binjai serta telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Binjai ini membagikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada warga.
Pemberian bantuan itu sebut Sugiarto, bertujuan untuk meringankan beban saudara kita, khususnya yang akan merayakan Imlek Tahun ini.
"Sebelumnya sudah kami salurkan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kami kepada sesama yang disalurkan melalui Yayasan yang ada di Vihara Setia Buddha Binjai. Dengan bantuan ini kami berharap warga Tionghoa yang kurang mampu bisa merayakan Imlek dengan suka cita," ucapnya dengan penuh haru.
Tidak hanya kepada umat Buddha, Bantuan tersebut diakui Sugiarto juga akan diberikan kepada umat Muslim yang kurang mampu.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Binjai, Zulfan, yang hadir dalam kegiatan tersebut juga berharap kepada pengurus Vihara Setia Buddha dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah.
"Semoga di Tahun Baru Imlek semakin sukses, maju dan bertambah rejeki," ungkap Zulfan, sembari menyampaikan salam dari Walikota Binjai yang tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas.
Pantauan awak media, walau tidak ada pesta Kembang Api maupun pertunjukan Barongsai, namun ribuan warga tetap memadati jalan disekitar lokasi guna melihat keindahan Vihara Setia Buddha Binjai yang dipenuhi dengan ratusan Lampion.
Apalagi Vihara Setia Buddha Binjai (warga sekitar menyebutnya Kelenteng Titi Kembar) sudah berusia ratusan tahun sehingga menjadi salah satu ikon budaya Tionghoa sekaligus warisan Sejarah.
Tampak hadir dalam perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 di Vihara Setia Buddha Binjai, Polres Binjai diwakili Kabag Ops Kompol Kusnadi, Kasat Intel, serta puluhan Personil Polres Binjai dan Babinsa setempat. (Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar