RADARSUMATERA.COM/BINJAI
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang mengubah wajah pendidikan, guru madrasah dituntut tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tetap menjadi penjaga nilai, akhlak, dan karakter generasi penerus bangsa. Semangat itulah yang diusung Pengurus Daerah (PD) Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kota Binjai melalui Seminar Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah yang digelar di Aula Amru Daulay Insan Islahiyah Binjai, Kamis (2/7).
Mengangkat tema "Transformasi Pembelajaran Digital: Membangun Aplikasi Edukatif untuk Meningkatkan Kompetensi, Etika, dan Kesiapan Mental Siswa", seminar tersebut diikuti 263 guru madrasah dari jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-18 PGM Indonesia sekaligus wujud nyata komitmen organisasi dalam menyiapkan guru yang mampu menjawab tantangan zaman.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan sudah terasa sejak pagi. Para peserta yang datang dari berbagai madrasah tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan registrasi, sosialisasi dari Bank Syariah Indonesia (BSI), pengenalan Kampus Insan Islahiyah Binjai, hingga penampilan Tari Persembahan dari Sanggar Tari MIN Binjai yang menghadirkan nuansa budaya Melayu sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PGM Indonesia, mencerminkan tekad bersama membangun pendidikan madrasah yang semakin berkualitas.
Ketua Panitia, Mariani Br. Sitepu, S.Pd., menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi di ruang kelas. Menurutnya, guru harus mampu menjadi pelopor perubahan yang membimbing peserta didik agar cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara moral.
"Guru madrasah harus mampu menjadi agen perubahan. Transformasi digital bukan hanya tentang menguasai teknologi, tetapi juga bagaimana menghadirkan pembelajaran yang mampu membentuk generasi berakhlak, beretika, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujarnya.
Ketua PD PGM Indonesia Kota Binjai, Jamilah, S.Ag., MM., mengatakan seminar tersebut merupakan investasi besar bagi masa depan pendidikan madrasah. Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter agar madrasah mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Dukungan juga datang dari Korwil PGM Indonesia Wilayah Sumatera, Ir. Budhi Santri Kusuma, ST., MT., CST., IPU., ASEAN Eng., yang mengajak para guru untuk terus belajar dan meningkatkan profesionalisme di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Seminar secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Binjai, Dr. H. Mustapid, MA. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya menguasai kecakapan digital, tetapi juga memiliki karakter Islami, integritas, dan kepedulian sosial yang kuat.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dalam memajukan organisasi dan dunia pendidikan, panitia bersama Korwil PGM Indonesia Wilayah Sumatera menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan PGM Indonesia.
Memasuki sesi utama, peserta mendapat pembekalan dari Dr. Juanda Hakim Lubis, ST., M.Kom., mengenai pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pembelajaran yang inovatif, efektif, dan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Sementara itu, Dra. Seriwati Bukit, M.Psi., mengingatkan pentingnya membangun etika digital, kesehatan mental, dan kecerdasan emosional siswa agar kemajuan teknologi tidak mengikis nilai-nilai kemanusiaan.
Diskusi berlangsung dinamis. Berbagai pertanyaan seputar pemanfaatan AI, pengembangan media pembelajaran digital, hingga strategi membangun lingkungan belajar yang sehat menunjukkan besarnya keinginan para guru untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.
Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam meningkatkan kompetensi profesional.
Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran guru madrasah sebagai ujung tombak lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Di tengah derasnya arus transformasi digital, PGM Indonesia Kota Binjai ingin memastikan bahwa teknologi tetap menjadi alat untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan, bukan menggantikannya.
Dengan semangat "Guru Madrasah Bertransformasi, Pendidikan Berkualitas, Indonesia Berprestasi", PGM Indonesia Kota Binjai optimistis mampu melahirkan guru-guru yang tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (Rs3)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar