SUMUT -
Aksi walkout Gubernur Sumut Bobby Nasution dari ruang sidang paripurna DPRD Sumut dinilai menimbulkan pro-kontra.
Ketua Pemuda Gen Z Sumut, Rudi Hutabarat SH menilai dampak dari sikap Bobby itu menjadi kebisingan publik yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.
"Bising-bising tak menentu, tak ada manfaatnya ke masyarakat. Hanya cari panggung saja yang membela dan mengkritisi, biarkan saja sikap Bobby itu," sebut Rudi belum lama ini.
"Begitulah kalau seseorang jadi kepala daerah tanpa melalui proses berpolitik," cetus Rudi melanjutkan.
Dirinya merasa heran mengetahui banyak para pemuda ramai-ramai membela sikap Bobby yang pergi meninggalkan ruang paripurna DPRD Sumut yang katanya tidak kourum.
"Ini yang heran aku. Bobby dibela karena sama-sama masih muda, atau ada alasan lain? Jangan-jangan karena ada yang berharap kecipratan yang enak-enak? Kalau memang ada, ya bilang saja. Jangan pura-pura jadi pahlawan pembela penguasa," sindirnya.
Rudi menegaskan, pemuda jangan menjadi 'tim hore' pemerintah. Kalau pejabatnya salah harus dikritik. Begitu juga kalau benar harus didukung.
"Jangan karena ada kepentingan, yang salah juga dibela. Kalau begitu caranya, nanti yang salah pejabatnya, yang sibuk pasang badan malah pemudanya. Ajab kita, bisa panjang cerita ini," katanya.
Rudi meminta Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus bersikap bijaksana menjadi pemimpin legislatif. Jangan karena kelemahannya situasi politik di Sumatera Utara menjadi tak terkendali.
Bobby pun sebagai Gubernur Sumut jangan memanfaatkan posisi Erni Sitorus untuk sesuka hatinya bersikap kepasa 100 orang Anggota DPRD.
"Ada poin yang harusnya dijaga. Kalau secara pribadi Bobby ke Erni ya silahkan saja. Tapi antara eksekutif dan legislatif ada aturan yang harus dipatuhi. Jangan suka hati, gaji mereka itu kan APBD dari pajak rakyat," tutupnya.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar