Media Radar Sumatera

Tajam, Akurat dan Terpercaya

Full width home advertisement

Binjai


Post Page Advertisement [Top]

Sebut Penyewaan Pabrik Dilakukan Sepihak, PT Indotech Siap Cari Solusi Polemik Buruh

Sebut Penyewaan Pabrik Dilakukan Sepihak, PT Indotech Siap Cari Solusi Polemik Buruh


Direktur Utama PT Indotech Asia Utama, Haidar Musbar.

RADARSUMATERA.COM/MEDAN

Polemik pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap delapan buruh pabrik kelapa sawit CV Berkah Sawit Sejahtera (CV BSS), Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, yang terjadi sejak 7 Desember 2024, kembali bergulir. Kali ini, PT Indotech Asia Utama angkat bicara setelah nama perusahaan tersebut ikut terseret dalam persoalan pengelolaan pabrik dan nasib para pekerja.


Direktur Utama PT Indotech Asia Utama, Haidar Musbar, menegaskan bahwa CV BSS tidak pernah berganti nama menjadi PT Indotech Asia Utama. Menurutnya, keberadaan dan status masing-masing perusahaan dapat dibuktikan melalui akta perusahaan sejak awal pendirian hingga saat ini.


“CV BSS memang sempat disewa oleh PT Indotech Asia Utama melalui tindakan sepihak direktur lama, Yusri Syazwari, tanpa koordinasi yang baik dengan Dewan Komisaris PT Indotech Asia Utama. Saat itu saya masih sebagai komisaris,” ujar Haidar, Rabu (19/8/2026).


Pria yang akrab disapa Boy tersebut menyayangkan persoalan yang terjadi di pabrik CV BSS justru menyeret nama PT Indotech Asia Utama. Ia menegaskan, perusahaan tidak ingin polemik semakin melebar dan memilih membuka ruang penyelesaian secara baik-baik.


Menurut Haidar, telah terjadi perubahan dalam struktur manajemen PT Indotech Asia Utama. Yusri Syazwari yang sebelumnya menjabat Direktur Utama kini telah digantikan dirinya.


Ia menjelaskan, persoalan mengenai keterlambatan hingga tidak dibayarkannya upah pekerja di pabrik tersebut sebelumnya tidak diketahui jajaran lain dalam struktur PT Indotech Asia Utama.


“Saat itu, pihak PT Indotech Asia Utama, terkecuali Yusri Syazwari, tidak mengetahui sama sekali terkait kasus terlambatnya atau tidak dibayarkannya upah pekerja pabrik sampai persoalan ini muncul ke media,” jelasnya.


Haidar kembali menegaskan, proses penyewaan pabrik CV BSS oleh PT Indotech Asia Utama dilakukan secara sepihak oleh direktur lama dan tidak dikoordinasikan dengan baik bersama jajaran Dewan Komisaris.


Dalam pengelolaan pabrik tersebut, katanya, tidak terdapat campur tangan pihak lain yang tercantum dalam akta perusahaan selain Yusri Syazwari.


Kini, setelah terjadi pergantian manajemen, PT Indotech Asia Utama menyatakan siap membuka ruang dialog untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang telah berlangsung. Bahkan, perusahaan siap menjadi mediator antara delapan buruh dengan pihak manajemen pabrik yang ketika itu menggunakan nama PT Indotech Asia Utama dalam kegiatan operasional.


“Dengan adanya manajemen baru, PT Indotech Asia Utama siap memediasi ataupun mencari jalan keluar terkait masalah yang sudah ada dan menyeret nama PT Indotech Asia Utama. Kami siap memediasi buruh dengan manajemen pabrik yang pada saat itu menggunakan nama PT Indotech Asia Utama untuk kegiatan operasionalnya,” katanya.


Bagi Haidar, persoalan yang telah berlangsung cukup lama tersebut jangan sampai terus berlarut dan menambah beban para pekerja yang hingga kini masih memperjuangkan kepastian atas hak mereka.


Ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama, membuka persoalan secara terang dan mencari solusi yang adil, sehingga tidak ada pihak yang merasa dikorbankan.


“Yang kami inginkan, persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.(Ris)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]