Langkat -
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Langkat, Ny Rina Amril Nasution, mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperbaiki kualitas diri, menjaga kesehatan jiwa dan pikiran, serta menjalankan peran secara baik di keluarga, organisasi dan masyarakat.
“Jadilah diri kita setiap saat menjadi lebih baik. Hari ini kita bersyukur dapat berkumpul bersama. Mari kita tanamkan dalam diri bahwa jiwa kita harus sehat, pikiran kita juga harus sehat, sehingga kita dapat menjalankan peran dengan baik di keluarga, organisasi, maupun masyarakat,” ujar Rina saat memberikan sambutan pada pengajian bulanan rutin DWP Kabupaten Langkat di Ruang Pola Atas Kantor Bupati Langkat, Jumat (11/9/2026).
Rina menyampaikan, pengajian rutin tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh anggota untuk melakukan introspeksi dan meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan.
Menurutnya, kesehatan jiwa dan pikiran merupakan bagian penting dalam mendukung perempuan menjalankan berbagai peran, baik sebagai anggota keluarga, bagian dari organisasi maupun sebagai unsur masyarakat. Dengan kondisi diri yang baik, setiap anggota diharapkan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.
Pengajian bulanan tersebut diselenggarakan oleh DWP Kabupaten Langkat dengan Kecamatan Gebang sebagai tuan rumah. Kegiatan diikuti jajaran pengurus dan anggota DWP Kabupaten Langkat sebagai bagian dari pembinaan keagamaan, penguatan silaturahmi dan peningkatan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qoriah yang membacakan Surah Al-Isra ayat 9–11. Ayat tersebut mengandung pesan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk menuju jalan yang paling lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan peran di keluarga, organisasi maupun masyarakat. Ayat tersebut juga mengingatkan manusia agar tidak tergesa-gesa dalam berdoa maupun bertindak.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan ceramah agama yang membahas kedudukan dan peran perempuan dalam perspektif Islam. Dalam tausiyahnya, ustaz menjelaskan sejumlah istilah yang digunakan Al-Qur’an dalam menggambarkan perempuan dalam konteks sebagai istri, yaitu imra’ah, zaujah dan shahibah.
Dijelaskan bahwa imra’ah digunakan untuk menggambarkan seorang perempuan sebagai istri dengan penekanan pada identitas pribadinya, sebagaimana tergambar dalam kisah Imra’ah Fir’aun dan Imra’ah Nuh.
Sementara zaujah menunjukkan hubungan pasangan yang saling melengkapi, memiliki keharmonisan dan kesatuan tujuan dalam kehidupan rumah tangga. Adapun shahibah bermakna pendamping atau teman dekat yang menggambarkan kedekatan dan kebersamaan. Dalam Al-Qur’an, istilah tersebut tidak digunakan untuk Allah SWT karena menegaskan bahwa Allah tidak memiliki pasangan.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak memahami bahwa Islam memuliakan perempuan dan menempatkannya sebagai sosok yang memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Perempuan memiliki kontribusi penting dalam membangun keluarga yang harmonis serta mempersiapkan generasi yang beriman, berakhlak dan memiliki nilai-nilai kebaikan.
Dalam kehidupan rumah tangga, perempuan juga memiliki peran penting dalam menghadirkan ketenangan bagi pasangan. Hubungan suami dan istri hendaknya dibangun atas dasar saling menjaga, melindungi, melengkapi dan menguatkan, sebagaimana gambaran dalam Al-Qur’an bahwa pasangan merupakan “pakaian” bagi satu sama lain.
Selain pembinaan keagamaan, pengajian bulanan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian DWP Kabupaten Langkat terhadap sesama. Pada kesempatan tersebut, DWP Kabupaten Langkat memberikan santunan kepada 22 anak yatim.
Santunan diberikan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi, dengan harapan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus meringankan kebutuhan anak-anak yatim yang menerima santunan.
Melalui pelaksanaan pengajian dan kegiatan sosial tersebut, DWP Kabupaten Langkat terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan kualitas spiritual, mempererat silaturahmi, memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan organisasi, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui aksi nyata di tengah masyarakat.(ired)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar