Media Radar Sumatera

Tajam, Akurat dan Terpercaya

Full width home advertisement

Binjai


Post Page Advertisement [Top]

Hajab x Bah.. 100 Orang Tenaga Kerja Di Rsud Djoelham Binjai Belum Terdaftar Di BPJS

Hajab x Bah.. 100 Orang Tenaga Kerja Di Rsud Djoelham  Binjai Belum Terdaftar Di BPJS


RADARSUMATERA.COM/BINJAI



-Komisi B DPRD Kota Binjai menyoroti lemahnya pengawasan Pemerintah Kota Binjai terhadap tenaga kerja yang ada di Kota Rambutan tersebut.Sebab data terbaru menyebutkan sebanyak 100 tenaga kerja di Rsud Djoelham Di Jalan Sultan Hasanuddin No 9 Kota Binjai,belum terdaftar di BPJS Ketenaga kerjaan.

 “Sangat kita sayangkan. Terkait Perwa Walikota Binjai No 55 Tahun 2016 tentang Kewajiban Skpd/Dinas/Swasta untuk mendaftarkan tenaga kerjanya ke Bpjs Tenaga Kerja,Ternyata masih banyak tenaga kerja di Binjai yang belum mendapatkan jaminan kecelakaan kerja dengan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ucap Ketua Komisi B DPRD Kota Binjai, Jonita Agina Bangun Dalam kunjungan kerumah Sakit Umum Daerah Dr Djoelham bersama dengan BPJS Tenaga kerja Binjai. Kamis 6 Juli 2017.

Politisi Hanura ini menyebutkan bukan hanya karyawan di Rsud Djoelham saja yang belum terdaftar sebagai peserta Bpjs Tenaga Kerja bahkan Cleaning Servis di Rsud Djoelham Binjai tidak berbadan hukum.

“Ternyata Cleaning Servis di Rsud Djoelham Binjai tidak berbadan hukum dan ini dapat dipidanakan serta tenaga kerjanya sebanyak 100 orang belum terdaftar sebagai peserta Bpjs Tenaga Kerja, ini telah melanggar Perwa Walikota Binjai No 55 Tahun,ini bisa dipidanakan”Bebernya.

“Terlebih laporan yang kami terima adalah pekerja yang belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan adalah  tenaga kerja Outsourcing,” ucap anggota dewan dari Dapil Binjai Timur tersebut.

Padahal BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan adalah program berbeda.Jika ada kecelakaan dalam kerja dan ternyata belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan maka tidak bisa ditanggung dengan hanya BPJS Kesehatan.

“Nggak bisa kalau hanya BPJS Kesehatan, harus menggunakan BPJS Ketenagakerjaan langsung,” ucap Jonita.
 
“Seharusnya Direktur Rsud Djoelham Binjai dapat memfungsikan RO di lantai dasar Rsud Djoelham Binjai, sehingga keluarga pasien dapat mempergunakannya dan tidak perlu lagi keluarga pasien mengeluarkan uang untuk membeli air panas dan air mineral, ini kok malah dibiarkan sampai menjadi barang rongsokan yang sakit dilihat oleh mata, padahal RO tersebut bantuan dari pihak ketiga yang harus di jaga dan diperbaiki utk kepentingan masyarakat keluarga pasien”Ujarnya.

Dewan khawatir, dengan kondisi banyaknya tenaga kerja yang belum tercover BPJS Ketenagakerjaan dan kondisi RS Djoelham yang seperti ini maka banyak masyarakat yang  dirugikan.

”Saya bertekad akan terus mengawasi baik itu kinerja, maupun hak hak yang harus diperoleh tenaga kerja maupun pasien demi kemajuan pelayanan di Rsud Dr Djoelham Kota Binjai ini”Ujarnya. (RS1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]