Radar Sumatera:
Setelah meninjau sejumlah pasar tradisionil, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota
Medan kembali menurunkan Tim Monitoring Satgas Ketahanan Pangan Kota Medan,
Kamis (3/05/2018). Kali ini yang menjadi objek monitoring kawasan grosir beras
dan gula pasir di Jalan Sibayak Medan. Monitoring ini dilakukan untuk
mengetahui ketersediaan dan harga beras maupun gula menjelang datangnya bulan
suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 H.
Jalan
Sibayak selama ini terkenal sebagai sentra penjualan beras dan gula dalam
jumlah besar di Kota Medan. Di kawasan tersebut terdapat belasan grosir yang
menjual beras dan gula pasir. Dari belasan grosir, tim monitoring
mendatangi 7 grosir. Hasilnya monitoring yang dilakukan, stok beras dan gula
pasir di Kota Medan masih mencukupi hingga Hari Raya Idul Fitri dengan harga
jual relatif stabil.
Dipimpin
Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Khairuddin Lubis, tim
monitoring mendatangi sejumlah grosir seperti Grosir Serba Beras, Harapan
Baru, Rekan, Abadi, Maju, Kekal Jaya. Berdasarkan pengakuan sejumlah
pemilik grosir, sampai saat ini stok beras masih mencukupi dan harga cenderung
stabil.
Diungkapkan
mereka, beras medium dijual dengan harga Rp.8.900-9.900/kg, sedangkan beras
premium Rp.10.100-Rp.13.000/kg. “Stok beras medium dan premium realtif aman,
sebab pasokan setiap Minggunya berkisar 50 ton. Umumnya pasokan beras ini
berasal dari kilang di Pantai Labu, Pematang Siantar, Langkat, Aceh, Porsea dan
Balige,” kata salah seorang pria pemilik grosir berdarah Tionghoa.
Selain
dari daerah tersebut, jelasnya lagi, pasokan beras, terutama beras premium
berasal dari sejumlah daerah di Pulau seperti Solo. “Cuma saja beras premium
dari Pulau Jawa tidak banyak kita stok, sebab harga jualnya relatif tinggi
sehingga minat warga membelinya berkurang. Namun bila dibutuhkan, bisa kita
pasok,” jelasnya.
Ditambahkan
pria berpostur tinggi dan berambut lurus itu, stok beras dipastikannya aman.
Apalagi dalam bulan ini, banyak daerah lumbung-lumbung padi di Nanggroe
Aceh Darusalam akan panen besar hingga bulan Juni.
“Mudah-mudahan
stok beras untuk Kota Medan tidak kekurangan,” ungkapnya.
Usai
mendegar keterangan dari para pedagang beras, Kahiruddin mengingatkan kepada
para pemilik grosir agar tidak menaikkan harga menjelang datangnya bulan suci
Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri. “Jangan manfaatkan hari besar
keagamaan untuk mencari keuntungan. Kita akan terus melakukan pengawasan!”
tegasnya.
Sementara
itu stok gula pasir menurut pemilik grosir beras sekaligus gula pasir juga
masih relatif aman dengan harga jual yang masih stabil yakni dikisaran
Rp.10.300-Rp.10.500/kg. Walaupun di grosir hanya disediakan 20 karung berisi 50
kg gula pasir namun mereka punya stok di gudang. “Begitu dibutuhkan, kita
langsung ambil dari gudang,” terang salah seorang pedagang beras sekaligus gula
pasir.
Dari
hasil peninjauan yang dilakukan, Khairuddin mengatakan stok beras maupun gula
pasir di Kota Medan relatif aman, termasuk harga jual yang masih stabil. Hanya
saja hasil dari dua hari melakukan monitoring, harga beras di tingkat penjual
eceran mengalami kenaikan berkisar Rp.1.000/kg.
“Jadi
kita akan terus melakukan pengawasan secara ketat sehingga harga beras di
pasaran, terutama tingkat eceran tetap stabil sehingga tidak memberatkan
masyarakat. Kita tidak mau momentum hari besar keagamaan digunakan untuk
meraup keuntungan besar,” pungkasnya.(Dave)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar