Usai melaksanakan shalat, Wagub
Musa Rajekshah yang juga akrab disapa dengan Ijeck, memperoleh kehormatan
dari pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Baitul Makmur untuk mengisi
Tausiyah sekaligus berbagi cerita tentang Sumut kepada para jamaah. Salah
satunya tentang keragaman dan toleransi umat beragama di Sumut.
“Merupakan suatu kehormatan bagi
saya diminta untuk mengisi tausiyah di masjid ini. Masjid yang pernah saya baca
di media, merupakan masjid di Indonesia yang jamaah shalat subuhnya terbanyak.
Ratusan, bahkan mencapai seribu saat akhir pekan. Luar biasa sekali,” ujarnya
mengawali tausiyah.
Dalam tausiyahnya, Ijeck yang juga
didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Zonny Waldi S Sos MM, mengajak
dan memotivasi para jamaah untuk beribadah melalui pekejaan atau keahlian
masing-masing. Terlebih-lebih, saat memiliki pekerjaan yang menyangkut
kemaslahatan hidup orang banyak.
“Bukan sebaliknya, menggunakan
kekuasaan atau jabatan yang kita punya untuk kepentingan sendiri. Mudah-mudahan
kita dijauhkan Allah dari perbuatan seperti itu. Mari bekerja dengan hati
ikhlas sesuai bidang masing-masing, menjadi manusia bermanfaat untuk umat dan
negara,” katanya.
Terkait keberagaman dan toleransi
umat beragama di Sumut, Ijeck menjelaskan bahwa Sumut terkenal dengan provinsi
yang rukun dan harmonis. Terdiri dari 33 kabupaten/kota dengan ciri khas
masing-masing, agama, dan suku yang berbeda-beda tidak serta merta menjadikan
Sumut untuk mudah terpecah belah.
“Perbedaan dan keberagaman justru
menjadi kekuatan dan kekayaan bagi Sumut. Semangat memelihara perbedaan ini
tercermin dari sikap masyarakat Sumut yang cukup dewasa dalam menyikapi
perbedaan. Termasuk perbedaan politik saat pilkada serentak beberapa bulan yang
lalu,” jelasnya.
Sementara itu, mewakili pengurus
Masjid Baitul Makmur BKM H Umar menyampaikan pujian kepada Ijeck. Dengan usia
yang relatif masih muda, Ijeck mampu mengemban amanah sebagai Wagub Sumut.
“Masyarakat Sumut patut bangga
memiliki Wagub seperti Bapak Musa Rajekshah, masih muda dan cerdas.
Mudah-mudahan menginspirasi generasi muda muslim lainnya, tidak hanya di Sumut
tapi juga di Bali ini,” ucapnya.
Umar membenarkan bahwa Masjid
Baitul Makmur senantiasa memiliki jumlah jamaah shalat subuh yang banyak,
khususnya di akhir pekan. Setiap ahad, digelar pengajian yang mendatangkan
ustad-ustad dari luar Pulau Bali. “Dan hari ini, kita kedatangan Wagub Sumut.
Meskipun spontan tanpa persiapan, bisa sampaikan Tausiyah dengan mantap,”
tuturnya. (Sugandhi Siagian)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar