Langkat,
Tahukah anda, ada alat musik khas asli indonesia yang harus ditiup melalui lubang hidung jika akan dimainkan. Inilah saligung, alat musik khas asli etnis simalungun yang ada di sumatera utara.
Sekilas alat musik ini mirip seperti suling atau seruling yang terbuat dari bambu dengan diberi beberapa lubang di bagian tengah dan kedua ujungnya untuk mengatur nada dan bunyi.
Salah satu warga yang masih menggunakan alat musik saligung adalah wiwin syahputra nasution, warga kecamatan hinai, kabupaten langkat sumatera utara.
Wiwin syahputra nasution yang juga merupakan Dosen musik di salah satu unversitas di sumatera utara terlihat mahir pada saat memainkan alat tersebut sehingga enak terdengar.
Ditemui awak media di sekolah SMA Negri 1 Negeri Padang Tualang, Kabupaten Langkat selasa pagi ( 10/11). usai menjadi narasumber yang di gagas oleh dinas pariwisata kabupaten langkat untuk mengenalkan beragam alat musik khas sumatera utara yang menjadi koleksi museum kabupaten langkat. Pria yang di perkirakan berusia ( 50) tahun tersebut bercerita tentang alat musik yang di mainkankannya di halaman sekolah.
Dirinya banyak mengoleksi beragam alat musik tradisional,
salah satunya alat musik saligung.
“ Bedanya alat musik ini ditiup dengan hidung bukan dengan mulut. Konon saligung dahulunya kerap dimainkan warga etnis simalungun dalam acara acara tertentu khususnya acara adat. Memainkan saligung juga kerap diiringi dengan pembacaan syair atau bait, baik itu dari lagu puisi atau sajak. Tutur bang yang kerap di sapa bang Nasution.
Lanjut Wiwin Syahputra Nasution “ Keberadaan alat
musik saligung ini, kini sangat sulit ditemukan. dan terancam punah. Tak
banyak warga yang memainkannya, apalagi
membuat alat musik ini. Menurut wiwin untuk mencari dan menemukan warga yang
bisa membuat dan memainkan alat musik saligung ini bukanlah hal yang mudah,ia
harus mencari ke berbagai pelosok daerah di sumatera utara.
Dengan mengenalkan beragam alat musik tradisional khas nusantara ini, ia berharap saligung dan alat musik tradisional lainnya dapat dikenal masyarakat dan menjadi warisan indonesia. ( Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar