RADARSUMATERA.COM/BINJAI
Keluarga pasien Rumah sakit RSUD.Dr RM Djoelham Binjai yang bernama Rosidah (50) kecewa lantaran salah satu keluarganya meninggal di duga karena ditelantarkan oleh pihak rumah sakit.
Wanita yang tinggal Jalan Danau tondano Gang Selamat kelurahan Sumber karya kecamatan Binjai Timur itu kecewa karena salah seorang keluarga nya Hadi purwantoro (45) diduga tidak diperdulikan dan sempat ditolak pihak rumah sakit Dr Djoelham hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit..
"Keluarga saya ini di rehab di Panti Rehabilitasi MAB bandar selembah, saya diceritakan bagaimana proses sebelum saya hadir kerumah sakit, bahwa adik saya sudah sesak nafas terus dan gak sadar, lalu pihak MAB membawa adik saya kerumah sakit RSUD.Dr RM Djoelham Binjai pada hari jum'at pukul 23.00 malam, lalu katanya awal mula pihak rumah sakit mengatakan ruangan penuh dan sepertinya itu bisa dirawat jalan ucap salah satu pelayanan." Kata Rosidah kepada awak media Senin 25/1/2020.
![]() |
| Rosidah (50) ,Keluarga Pasien RS Djoelham. |
Lalu pihak MAB menelepon salah satu dokter yang sering menangani pasien ditempat rehab tersebut dan dikatakan harus di rawat inap tidak bisa rawat jalan. Petugas MAB minta izin 30 menit paling lama ngantar berkas copy an karena kondisi sudah larut malam dan menitipkan pasien di rumah sakit. Pas kembali RSUD.Dr RM Djoelham tetapi tidak ada perawat lagi di ruangan, pasien ditinggalkan begitu saja tanpa di rawat dan almarhum dibawa kembali ke lokasi rehalibitasi " Terang Rosidah.
Pada Sabtu (23/01) di ajukan lagi pada sore hari karena nge drop, diterima dan inap di rumah sakit tapi saya bingungnya ruangan nya ada yang kosong dan tidak hanya satu, lalu saya lah yang sangat menyaksikan bagaimana kondisi pelayanan rumah sakit tersebut sampai almarhum meninggal dimulai dari tidak adanya pelayanan pada saat kondisi almarhum membutuhkan penanganan sampai maaf cakapnya yang membantu memperbaiki selang infus almarhum juga pasien yang berada di satu ruangan, ucap Rosidah dengan kesal.
Hingga pada hari Minggunya (24/01) sekitar pukul 12.29 almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
" Memang saya terima karena sudah ajal nya tetapi saya sangat kecewa bagaimana kami dilakukan selama disitu, yang terakhir sebelum prosesi pengangkatan juga saya lihat sangat lebih ironis, tidak ada petugas yang melihat bahkan memperdulikan hal itu saya mengetahui salah satu pengangkat dari ambulance dari luar yang kami minta tolong, menanyakan kepada orang yang berada di meja piket "tidak mengetahui" ada yang meninggal di lantai itu padahal ruangan kami hampir bersebelahan dengan meja piket dan keluarga sudah ramai di depan ruangan, hanya ada satu petugas yang menjaga pada saat itu pun kasir pembayaran, akhirnya petugas kasir itu yang mencari petugas lainnya karena kami sudah marah-marah. Yaa bagaimana kami kan tidak mengetahui bagaimana orang meninggal harus diperlakukan sesuai SOP mengikat nya di bagian mana jenazah dan lain lainnya" bebernya.
Lebih lanjut Rosidah mengatakan bahwa pasien seperti tidak diperdulikan "Apa karena kami pakai ambulance dari luar? Karena kondisi nya mengantar almarhum ke Medan marendal jadi kami tidak ada uang yang cukup membayar ambulance dari rumah sakit. Jadi kami pakai ambulance dari luar. Semoga sih ya allah jangan terulang kembali kondisi seperti keluarga kami di rumah sakit Umum Binjai, sangat sedih sekali rasanya, Ungkap Rosidah.
Sementara itu Direktur RSUD DR.RM Djoelham Binjai Dr David Tambunan Sp.B ketika di konfirmasi awak media via whats Up mengatakan bahwasannya belum tau terkait informasi ini.
"Tentu akan saya cek dulu kronologis kejadian dengan staf di lapangan, Tolong kasih tau nama pasiennya dan dirawat diruang mana,supaya lebih mudah saya mencari taunya," jawab Dr David. (Randy)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar