Miris, Dituduh Mencuri Sawit, Warga Desa Suka Mulia Deli Serdang Dianiaya Oknum BKO Kebun PTPN IV Regional II - Media Radar Sumatera

Media Radar Sumatera

Tajam, Akurat dan Terpercaya

radar sumatera

Breaking

Home Top Ad

Komunitas Hijau Indonesia

Jumat, 16 Januari 2026

Miris, Dituduh Mencuri Sawit, Warga Desa Suka Mulia Deli Serdang Dianiaya Oknum BKO Kebun PTPN IV Regional II

Edi Sahputra (50) warga, Dusun II, Desa Suka Mulia, Kecamatan Pasar Merbau, Kabupaten saat menjalani rawat inap di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Jumat (16/05/2026)

RADARSUMATERA.COM/Deli Serdang

Seorang pria paruh baya menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok oknum BKO (Bantuan Kendali Operasi) yang diduga suruhan manajer Kebun PTPN IV Regional 2, Kebun Tanjung Garbus, Afdeling IV, Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang pada Kamis (15/01/2026) malam sekira pukul 19.00 WIB. Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kakinya.


Korban bernama Edi Sahputra (50) warga, Dusun II, Desa Suka Mulia, Kecamatan Pasar Merbau, Kabupaten Deliserdang. Dia menceritakan, peristiwa berawal saat dirinya pulang dari ladang, dan saat melewati jembatan tali air, dirinya melihat ada ramai orang kurang lebih sekitar 30 orang.


" Tiba tiba salah seorang dari mereka ngomong didepan saya," siapa yang kebal hukum disini", saya pun terkejut dan bingung maksud pernyataan itu. Terus saya bilang, maksudnya siapa pak yang kebal hukum," ujar putra saat menceritakan kronologis penganiayaan dirinya kepada wartawan, Jumat, (16/01/2026).


Lalu tanpa basi basi, tiba-tiba salahsatu BKO  dari pihak kebun PTPN IV merangkul dirinya dan membawanya lalu kawan-kawannya menendang nendang kakinya dari belakang.


" Saya dituduh mencuri sawit, padahal saya kebetulan lewat karena pulang dari ladang, dan saya tidak ada melewati tanah perkebunan sawit tersebut, tapi saya malah ditendang-tendang dan dianiaya," ungkapnya.


Setelah melakukan penganiayaan itu, mereka akhirnya menyadari bahwa mereka salah orang dan meminta maaf.


" Setelah tau, mereka bilang salah orang dan meminta maaf. Namun keluarga saya tidak terima saya diperlakukan seperti itu. Akhirnya kami melaporkan ke Polisi Militer (PM). Pihak PM pun menyarankan saya untuk di visum di RSUD Drs. H. Amri Tambunan," ujarnya.


Atas kejadian itu, saat ini korban masih menjalani rawat inap di RSUD Drs. H. Amri Tambunan guna mendapat perawatan. Korbanpun masih trauma atas kejadian tersebut. Pihak keluarga berharap agar para pelaku dapat ditangkap dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. (San)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman